Jumat, 21 Januari 2011

Motivasi

MOTIVASI

Motivasi adalah sesuatu yg mendorong perilaku.

Motivasi bisa berasal dari dlm diri (intrinsik) dan luar diri (ekstrinsik).

Motivasi yg berasal dari dalam diri sendiri bisa dari ilmu pengetahuan, keyakinan, agama, sugesti, pengalaman, kebiasaan, dsb.

Sedangkan motivasi yg berasal dari luar diri bisa dari hadiah, penghargaan, pengakuan, pujian, kultur/iklim/suasana, peraturan, figur, slogan2, dsb.

Kedua sumber motivasi itu sangat penting utk dimiliki. Tanpa motivasi jgn harap seseorg akan melakukan aktivitas.

Tentu, motivasi yg lebih penting dari keduanya adalah motivasi dari dlm diri sendiri. Sebesar apapun dorongan yg diberikan pihak luar tdk akan berpengaruh jk ada penolakan dari dlm diri. Intrinsik inilah yg perlu dikembangkan sehingga semangat tetap terpelihara tanpa tergantung pd ekstrinsik.

Namun demikian, pd kenyataannya kehidupan adalah sebuah sistem dimana satu sama lain saling mempengaruhi. Oleh karena itu, penting utk direnungkan hikmah solat berjama'ah dimana salah satunya adalah kita memiliki sikap selalu memikirkan dampak dari apa yg dilakukan bagi kehidupan. Segala dampak buruk akan berpengaruh kepada keburukan kehidupan lalu pd gilirannya HANCURLAH kehidupan itu.

Jd, berbuatlah karna instrinsik dan berikanlah pengaruh yg baik bg kehidupan.

واجعلنا للمتقــين امامـا

"Jadikanlah kami untuk (menjadi pemimpin/pelopor/pemelihara perbuatan takwa"


Sumber

Penyebab utama dari tergeraknya seseorang utk melakukan perilaku adalah ketentraman/kenyamanan dan hobi/cinta/sayang (ini sekedar pendapat, jd anda boleh tidak setuju dan tdk melanjutkan paparan berikutnya koq...).


1. Tentram
Saat seseorg merasa tentram menatap suasana, saat seseorg merasa tentram ketika berbuat dan saat seseorg merasa tentram setelah ia melakukan perbuatannya maka dpt dipastikan ia akan betah dlm melakukan apapun yg dialaminya.

Ketentraman yg muncul berawal dari situasi maupun aturan2 yg ada di lingkungannya. Situasi timbul dari ikatan individu dlm menangkap (melalui panca indra) apapun yg ditemuinya di lingkungannya. Saat lingkungan memberikan ketentraman maka seseorg akan mudah berbuat, berpartisipasi.

Termasuk dlm kategori "tentram" seperti nyaman, enakeun/menyenangkan & mengagumkan.


2. Cinta
Kata "cinta" sangat akrab di telinga kita & hampir menjadi hak paten muda-mudi. Dan pada cinta muda-mudi itu, anda bisa menyaksikan perilaku yg luar biasa dari mereka. Itulah cinta, dampaknya luar biasa. (Hmm... anda tak layak berkata cinta karna usia anda, hehe..).

Benarkah kata itu berlaku terbatas hanya utk kaum muda seperti penulis? (hehe, tong ambek atuh macana). Tidak, ia bukan hak prerogatif kaum muda. Cinta adalah hak seluruh makhluk dan karena cintalah semuanya bisa terjadi. Oleh karena itu, jika saja cinta menjadi sikap diri dimana semuanya kita cintai maka "Apakah yg akan terjadi" pada kehidupan? Wuuuh, rame deh. Kabayang pan?

Cinta keluarga, cinta rumah, cinta harta, cinta pekerjaan, cinta sendal, cinta damai, cinta perbuatan baik, cinta prestasi, cinta penghormatan, cinta kekayaan, cintai seseorang, cinta dan cinta dan cinta... Ah, itu akan menuntun perilaku "bebeakan" thd yg dicintainya.

Jadi, tanyakan pd diri anda "KEMANA cinta anda diberikan". Jawab dg jujur maka anda akan menyadari kenapa anda berperilaku seperti ini...

Termasuk dlm kategori cinta adalah kasih sayang, perawatan, tegur sapa, obrolan, keterbukaan, kebersamaan dsb.lah nya?


Sakali deui, tentram & cinta... Adalah dua hal yg harus ada pd diri siapapun dan diberikan pd lingkungan di mana ia berada.


Alur

Sebuah motivasi (dorongan) berawal dari informasi yg diterima oleh sistem saraf kita (namina mah dukalah hilap deui). Informasi pd saraf ditangkap lalu direspons (ditanggapi). Respons dari saraf inilah yg berpotensi menjadi perilaku baik secara pasif maupun aktif.

Informasi pd saraf (sering disebut rangsangan) yg berasal dari luar diri manusia ditangkap melalui pancasila, eh pancaindro. Kemudian saraf sensorik akan bertanya pd saraf responsif "adakah data" yg berhubungan dg informasi yg masuk. Data itu berupa pengalaman/ilmu/sikap/kebiasaan sebelumnya yg kemudian mempengaruhi pilihan respons yg akan diberikan.

Tah, pd saat dialog antara informasi yg baru masuk dg data yg sudah ada, seringkali menimbulkan kekacowan sehingga polisi juga dtg utk mengamankan perdebatan. Apalagi hawa nafsu dan syetan kadang ikut2an terlibat sehingga menambah ramainya perdebatan itu. Ruh tauhidpun dtg menyemarakkan perdebatan. Wah, rame dehhh..
Waktu yg diperlukan dlm perdebatan itu bisa lama lho... Dan sepanjang waktu yg diperlukan itu seseorg seringkali dlm kondisi bingung/ragu untuk memilih. Dia tdk atau blm menentukan respons yg dipilihnya.

Misalkan dari perdebatan antara informasi yg baru vs data yg ada + hawa nafsu + syetan + tauhidullah telah menghasilkan pilihan ttg respons yg akan diberikan pd informasi yg baru, katakanlah namanya x, mk selama x masih blm berwujud pd tindakan nyata, x dinamakan perilaku pasif yg bentuk perilaku nyatanya muncul spt org yg wait and see, menunggu, hati2, penakut, penuh perhitungan, khawatir/cemas, dsb. Adapun jika x sudah berwujud dlm tindakan mk x dinamakan perilaku aktif dinama ia bisa muncul dalam bentuk cemberut, marah, menangis, tertawa, bertutur kata, menulis, melakukan perbuatan dsb.

Nah, jd perjalanan sebuah perilaku itu bukan perkara yg sederhana. Dia telah melalui tahap perdebatan yg ramai. Dan hasil dari responsnya adalah sgt bergantung kepada kekuatan2 yg berdebat tadi, yaitu bergantung kepada kecenderungan seseorg. Ada yg berkecenderungan pd kebiasaan mk kebiasaan itulah yg akan menjadi pilihan responsnya. Ada juga yg berkecenderungan pd keduniawian mk itu pulalah yg mengakibatkan ia memilih respons. Jd, kita tinggal bertanya:
فايــن تــذ هـبـو ن

"Maka mau kemana kalian...?"

Dampak

Ketika seseorang sudah tergerak maka sesuatu akan terjadi pd kehidupan karena perilakunya. Pasif maupun aktif, positif ataupun negatif perilaku itu yg jelas pasti berpengaruh thd kehidupan manusia.

Jgn pernah menganggap enteng ttg sebuah perilaku sebab ia bisa mempengaruhi dunia (siga nu berlebihan nya?), padahal mah memang berpengaruh da. Contona? Etah weh luimpur lapindo. Yu urang bahas dikit lah nya?

Tragedi LAPINDO, itu diakibatkan oleh pikiran yg salah. Ada yg berpikir keuntungan proyek, jd weh rusuh (penelitiannana, visibility studyna, ngitung anggaran, tenaga ahli jd asal milih dsb). Semua perencanaan dilakukan dlm "kerusuhan". Akibatna kumaha? Penetapan lahan, penentuan titik bor, pengerjaan pengeboran, pembangunan/konstruksi pipa/bangunan/amdal dsb. dilaksanakan dg menekankan efektif dan efisien demi nu tadi tea, PALAY untung anu ageung. Konstruksi yg dibangun tdk memikirkan daya tahan konstruksi itu dibuat. Nah, akhirnya JEBOL deh dan kita tau sampai saat ini (12 Des'2011) masalah Lapindo blm selesai. Bukan, bukan hanya luapan lumpurnya tp berapa banyak keluarga yg harus menanggung "derita" dari konstruksi rusuh ini. Berapa banyak anak yg tdk sekolah atau terganggu perkembangan keilmuannya shg brp anak yg masa depannya suram karna ilmu tak didapat dg utuh. Bgmn kehidupan mrk nanti yg mungkin mrk akan hidup di tempat lain dg posisi dan jabatan yg strategis. Dan seterusnyalah nya? Pokonamah dampaknya mengerikan da.

Tah eta teh awalnya dari pikiran ttg "HAYANG UNTUNG". Sebenarnya mah gapapa da palay untung mah, mung nya ulah ngakibatkeun batur jadi ripuh and rusak atteuuh...

Nah hadirin, demikianlah dulu paparan ttg dampak motivasi bagi kehidupan. Tentu kita ingin dampak2 yg baik saja yg diharapkan dan itu artinya "Berfikirlah yg baik" SAJA.

Sekian.

Salam olahpikir,
Ayi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar