Senin, 20 September 2010

Pejabat

Sharing
Jadi Pejabat harus "tuli"

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Ada pemilihan kapolri. Kemaren2 dicari juga pengganti Hendarman Supardji sbg kajagung. Terus, ketua KPK juga sdg dlm proses pemilihan. Nah, di Kab. Bdg ada pemilihan bupati. Wah wah senengnya, saya ga ikutan jd kandidat. Hehe...

Jabatan, ya jabatan spt itu menyenangkan kali ya? Kita jd terkenal, terus jd deket dg presiden, deket dg para penguasa negeri, dan yg tadi tea, KITA JD TERKENAL. Hehe...

Selain itu, ya kita jd banyak "teman". Jd banyak org yg tiba2 akrab. Jd banyak org yg baek, suka menyapa, memberi dan perhatian sm kita kalo jd pejabat mah. Seneng kan kalo kita banyak temen mah... Bisa2 kita jd OKB (Org Kaya Baru) atau OKM (Org Kaya Mendadak) da kapanan batur jd balalageur. Hehe...

Lalu, kita juga bisa ngatur lembaga kita. Kita bisa bebas mengarahkan lembaga. Semua personil jd tunduk pd "instruksi" kita. Nu ngalawan "cilaka" weh pokonamah, dia kudu siap "sangsara dan diasingkan". Wayahna weh bawahan yg bandel mah digituin, masalahnya kan jd ngahambat kana program lembaga. Ya ga?

Kembali lg pd jabatan tadi. Rasanya seperti enak ya jd pejabat teh. Apalagi jika iman kita telah kuat, ilmu mantap, komitmen ok, kepribadian berguud, akhlak lumayan, keluarga baik2, ah pokonamah normal welah. Kapasitas diri sudah sempurna. Paling2 tantangannya adalah lingkungan dan lingkaran kehidupan papan atas yg spt kita ketahui "bobrok & ewuh pakewuh" itu. Nya eta mah kantun bertaruh weh, "siapa yg berubah, si pejabat yg asalnya hebat itu atau si lingkungan?".

Jd bgmn dg anda. Siapkan jd pejabat negara? Enak lho jd pejabat... dan syaratnya cuman dua ajalah, anda harus punya kapasitas dan anda harus jd org yg tuli. Dg dua syarat itu, insyaAllah lingkunganlah yg akan berubah.

Hehe, tuli...

Ya, ya, Pejabat harus TOREK BONGE (TONGE) dari penyelewengan. Tonge dari atasan, bawahan, rekanan, "teman2 yg baru", bahkan tonge dari bisikan keluarga yg mencoba "memengkolkan" kebenaran. Siapapun yg "mengharewosin" utk "mengkol", TONGE aja. Sakali deui, TONGE tinu kasalahan.

Janten mangga, bilih bade latihan janten pajabat. Teu sawios latihan torekna weh heula. Hehe...


Wallahua'lam.

Bandung, 20 Sept 2010
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sabtu, 18 September 2010

Kiprah

Sharing
Kemajuan Negara

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Ini negari kita. Baik buruk, suka ataupun tidak suka ini adalah negeri yg اَللّهُ takdirkan kita ada di dalamnya.
Ya, negara yg keadaannya diketahui sesuai persepsi dan penemuan masing2 warganya.

Seperti juga kita yg juga punya pendapat ttg negeri ini. Kita juga punya pendapat ttg hidup dan kehidupan masyarakatnya. Seabrek informasi ttg negeri ini dapat kita baca dan mungkin kita alami sendiri.

Ya, kita...

Kita adalah warga negara ini.
Warga yg tau akan keadaan masyarakatnya...
Warga yg tau akan kehidupan mayarakatnya...


Ya, kita ada di sini...
Di negeri ini.

Lalu??
Apa yg dpt kita berikan bg negeri ini...?

Sungguh, kita bisa hidup seperti saat ini lantaran prestasi org2 sebelum kita.

Kita bisa temukan apa yg tersaji, karena org2 yg berkiprah bagi bangsa ini.

Lalu??
Dapatkah kita berikan kehidupan bagi generasi bangsa di masa datang...?
Tentu, BISA!!

Ya, kita tau borok2 birokrasi.
Kita juga tau korupsi meraja lela.
Kita miris dg kebobrokan moral bangsa.
Kita tau kemiskinan, kebodohan, pengangguran, sadisme, premanisme dan mungkin banyak lagi kata2 yg mewakili kian ambruknya negeri ini.
Tapi, semua itu adalah ada di negeri yg kita tempati ini...

Ya, dg semangat keberimanan dan penghambaan kita kehadirat اَللّهُ SWT, semua itu akan dapat diatasi.

Ya, hanya hamba2 اَللّهُ sajalah yang bisa mengisi dan memanfaatkan kehidupan dg tetap menjaga kehidupan itu sendiri. Karna para hamba اَللّهُ tau akan "mana yg boleh dan yg tidak boleh" utk dilakukan. Hanya hamba اَللّهُ yg akan jujur dan berbuat benar dlm mengelola kehidupan ini.

Ya, kita adalah hamba اَللّهُ...
Di pundak kita ada bagian utk membangun bangsa ini...

Tidak, kita tdk bisa mengecilkan keberadaan dan peranan kita saat ini.

Sekecil apapun peran itu, dia adalah peran kita dan kita ada di sini.

Tidak, kita tidak bisa dikatakan TIDAK ADA.


Wallahua'lam. (19/09/10)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 17 September 2010

Sharing 4

Sharing
Pasti Sukses

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Kasus:
Presiden SBY kecewa dengan kendala teknis pada CCTV saat memantau arus balik di Cikampek. Gambar pd CCTV tdk bergerak. Buntutnya, Dirut Telkom dan Telkomsel kena teguran.
"Ada petugas Telkomsel nggak di sini? Apa yang terjadi, ini tadi hidup kok sekarang malah mati. Saya mau tanya, Dirut Telkomsel pernah mengecek atau tidak?" tanya SBY.
Lantas SBY menyampaikan instruksi,
"Sampaikan Seskab, Dirut Telkom dan Telkomsel harus turun ke lapangan, jangan di belakang meja saja! Pastikan sistem dan fungsi berjalan dengan baik, sekarang juga," tegasnya.

Lalu, Dipo Alam (sekab) langsung bertindak,
"Panggil Dirut Telkom dan Telkomsel sekarang! Call saya segera sekarang! Ini sama Presiden," perintahnya melalui telepon kpd seseorang.

Nah kemudian, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menegur keras langsung kepada Direktur Utama PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah dan Direktur Utama PT Telkomsel Sarwoto Atmosutarno karena CCTV pemantau arus balik Presiden SBY mati.
Senin lusa, pertanggungjawabn hrs sudah selesai utk disampaikan kpd presiden.


Wah wah, ternyata GAK BOLEH ada kesalahan ya? Semuanya hrs terkontrol. Semuanya hrs terkoordinir. Semuanya hrs terantisipasi.
Ah, pokoknya ada seabrek hikmah dibalik kasus itu.

Hikmah terbesarnya adalah: TDK mungkin gagal jika semuanya dilakukan dg benar.
Artinya, apapun kegiatan/ usaha kita sebenarnya PASTI BERHASIL.

Mangga, selamat merenung...

Wallahua'lam.

Bandung, 18 sept 2010
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sharing 3

Sharing:
Melangkahlah Sobat

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Ada kejadian "pedih" menyertai kehidupan. Lalu org terjebak dlm kepedihannya. Tiga tahun wkt yg lama utk ukuran "mOGOKnya amal dlm membangun Prestasi hidup".
Ter-seok2 di kehidupan yg kian deras, membelenggu fikiran & membunuh sosok yg saya temukan ini. Hampir binasa dirinya, wafat hatinya menjalani sisa hidup anugrah اَللّهُ YG MH KUASA.

Saya hanya bisa berkata:
Teman, tataplah ke depan. Jgn masa lalu menjadi penghambat kemajuan.

Teman, tinggalkan keluhan karna ia tak pernah benar2 mendatangkan penyelesaian dan membuat kemajuan. Ia malah membuat kau terdiam tak lakukan apapun. Ia malah menanamkan benih kebencian.

Teman, buanglah beban fikiran ttg "balas budi" dan "keinginan sukses dlm hidup". Yg penting adalah BERBUAT dan BERBUAT baiklah dlm kehidupan.

Teman, jgn membelenggu kemajuan dg janji2mu. Sungguh, ia adalah salah satu pembuat sempit langkah silaturahmi.

Teman, hargailah manusia karna manusianya, bukan menghargai manusia karna atribut2 yg nempel pdnya.

Lalu org itu pergi. Bibirnya tersenyum, tenaaang teh... Optimisme tumbuh pdnya. Ia menemukan dirinya kembali.
Semoga kau berhasil teman...

(Wallahua'lam)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sharing1

Pengen sharing nih sama keluargaku. Ini, ada penemuan hasil fikir ttg ramadhan & 'idul fitri tahun ini.

1. Awal Ramadhan:
Membuat kita tersadar akan hakikat kita sbg manusia yg harus menghambakan diri kehadirat Alloh swt.

2. Sepanjang Ramadhan:
Membuat kita bersemangat melakukan amal ibadah dan amal soleh, tanpa letih, tanpa pamrih se-mata2 mengharap ampunan dan ridha Alloh swt.

3. Akhir Ramadhan:
Membuat kita berintrospeksi akan kesungguhan ibadah dan menyadari akan keharusan beramal soleh di sepanjang hayat. Hadir rencana2 ingin menjadi hamba Alloh.

4. 'Idul fithri:
Membuat kita merendah dg ungkapan kata "permohonan maaf".
Membangkitkan dan memperkuat kasih sayang dg ungkapan "pemberian maaf".
Membangun tekad utk bersatu menjd hamba Alloh yg berakhlak mulia.

Fenomena ramadhan sgt dahsyat. Ia memberikan SUASANA IBADAH kepada UMAT ISLAM di seantoro bumi ini. Fusuk, jidal dan rafats yg menjd larangan selama berihram, ternyata ada di sepanjang ramadhan. Suasana ibadah yg panjang yg ternyata sgt menentramkan. Suasana yg tidak mudah ditemukan di waktu yg lain...

Waktu mengikat tempat. Andai di semua waktu terjd penyuasanaan seperti waktu ramadhan mk sgt besar kemungkinan kita akan menjadi hamba yg konsisten dlm mengabdi kepada Alloh swt, semangat berbuat kebajikan, merendah dlm kehidupan, penuh kasih sayang dan bersatu dlm memupuk akhlakul karimah.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Amiin Ya Rabbal 'Aalamiin...

Wallahua'lam

Masukan:
1. dari Ijo:
Ah cekap pak , kan di tambih ku do'a. Tapi bulan romadhon tidak menjamin mencetak kepribadian islami karna itu peran manusia itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan apakah hanya dalam satu bulan itu saja allah memberikan keistimewaan dalam segala hal khususnya dalam masalah hablum minallah?

- Dalam satu bulan itu, harus merubah bulan2 yang lain(dalam menjalani ya) dalam arti tidak ada alasan manusia untuk berkata susah untuk dekat dengan allah,susah untuk tidak berdosa,di karnakan tidaklah allah menciptakan ruang dan waktu melainkan untuk mengenal dia, dan menjadikan segala aspek ibadah sebagai kiparat atas dosa yang terkadang tidak sengaja kita buat. Romadhon satu bulan harus kita jadikan bulan2 yang senantiasa dekat pada NYA, amie, alllahualam bis shawab

2. Pa Dudi:
Kita tau... Kalau akhirnya kita akan wafat...

Terus untuk apa semua yang kita upayakan ini ?

Tugak kita hanya mensukseskan program Rasul... Membangun akhlaq mulia.... Di segala sektor hidup kita...

Kalau kita ikut berperan paling tidak untuk diri kita sendiri... (Mensukseskan program kerja Rasul) bisa kita pastikan Rasul akan mencintai kita...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabu, 08 September 2010

Makna Hedonisme dan Materialisme dalam Organisasi

Sisi kehidupan manusia tdk terlapas dari diri sbg individu dan diri sbg anggota sebuah organisasi (di sini dibatasi organisasi dlm hal kedinasan/formal). Kedua sisi ini sering berjalan menyertai kehidupan seseorang yg kadang2 berjalan tidak searah, walaupun tdk dikatakan berlawanan.

Hedonisme bertumpu pd kesenangan yg difahami seorg individu, yg boleh jd satu dg yg lainnya akan memiliki sumber (penyebab) yg berbeda. Katakanlah tertawa dlm sebuah kasus di tempat yg sama, namun kita tdk dpt memastikan akan sifat hedonis yg membuat kualitas tertawa itu menjadi berbeda. Namun dpt dipastikan bahwa sifat hedonis ini terjadi dlm bentuk pergaulan maupun persahabatan dlm artian kesenangan akan terjadi jika dilakukan bersama sahabat, seolah olah bahwa persahabatan adalah sumber kesenangan sehingga sangat boleh jd seseorg akan lebih membela sahabatnya dibanding dg pembelaan kpd org di luar sahabatnya.

Adapun materialisme dlm kaitan ini adalah sesuatu yg memandang keuntungan materia dari aktivitas formal/ organisasi/ kedinasan. Pembatasan ini dilakukan dg sebuah asumsi bhw kedinasan dianggap sbg aktivitas yg ditengarai menghasilkan honorarium (penghargaan) dlm bentuk uang yg dgnya seseorg bisa menghadirkan materi2 yg lainnya.

Pertarungan antara hedonisme dan materialisme dlm tulisan ini seringkali dimenangkan oleh hedonisme. Tentu alasannya sgt sederhana, bhw kesenangan akan mengalahkan kedinasan/pekerjaan. Persahabatan akan lebih dibela dibandingkan dg bekerja. Toh uang yg dihasilkan dari pekerjaan ujung2nya utk membeli kesenangan. Dan ketika kesenangan sudah ada mk buat apalagi bersusah payah utk bekerja? Jd wajar, org memilih hedonisme dibanding materialisme. Wajar org mengorbankan pekerjaannya dibandingkan dg ditinggalkan teman bergaulnya.

Namun yg menggelitik penulis adalah, andai saja kedinasan menjadi tempat bergaul penuh persahabatan, mungkin organisasi itu akan sgt maju karna disertai dg pembelaan yg luar biasa dari personilnya...
Ya, andai buah fikir yg sederhana ini benar, nampaknya para manajer perlu menelusuri bentuk/tata kerja antar personil dlm organisasinya. Sudahkah kian bersahabat, atau terjalin atas dasar atasan-bawahan dg grs instruksi yg tegas membatasi pola persahabatan dlm kata yg statis "job description"?

Monggo, selamat berfikir. Jika ide ini baik mudah2an menjadi inspirasi bagi kemajuan organisasi. Namun jika salah, ah gampang, LUPAKAN SAJA.

Sekian.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Idul fitri

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kutangisi detik2 perpisahan ini...

Ramadhan, sungguh kau menawan hatiku...
Berat kau tinggalkan aku...
Suasana yg kau berikan terlalu indah utk segera berlalu, sementara aku tak tau adakah engkau utk-ku di tahun depan...?

Ramadhan, kubermohon selamatkanlah aku...
Iringi aku dg ampunan Rabmu,
Sertakan rahmatNya utk-ku,
Hindarkan aku dari siksa api neraka,
Kuatkan aku dari godaan syetan atas didikanmu...

Ramadhan,
Sungguh aku akan merindukanmu...
Saat dimana kaum muslimin begitu kompak menjadi hamba Alloh,
Saat dimana kata maaf ringan terucap,
Saat dimana segala kehendak begitu terkendali,
Saat dimana semangat bershadaqah begitu membumi,
Saat dimana senyuman menjd mudah dilakukan,
Saat dimana segala perangai baik mendpt tempat yg utama,
Saat dimana semangat beribadah menjadi kolektif,
Saat dimana tauhidullah begitu kuat menyelinap dlm kehidupan...
Saat dimana dzikrullah menjd kebiasaan.

Ramadhan, kau begitu mempesona...
Dgnmu kuyakini husnul khathimah begitu mudah didpt.

Ya اَللّهُ, hamba ingin husnul khathimah...
Kuatkan kami dlm suasana ibadah di sisa hidup kami...

Amiin Ya Rabbal 'alamiin...

Taqabbalallahu minna waminkum...

Mohon maaf lahir batin.

(Salam_Ayi&keluarga)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!