Nasihat utk bujangan
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ
Mungkin para bujang sering memimpikan indahnya hidup bersama wanita idaman. Wanita pendamping yg cantik, harum dan memikat.
Juga ditambah dg kriteria shalehah dg perangai yg mempesona. Solat tak pernah ditinggalkan, shaum sunnat dilakukan, tahajjud selalu dikerjakan, khidmat pd orgtua, hormat pd sesama, taat pd dirinya jk jd suaminya.
Ah, seabrek harapan akan sosok wanita terbaik yg jd pendamping hidupnya mungkin jd lamunan se-hari2.
Ketika mata bujang melirik wanita berparas cantik, detak jantung mulai tak karuan. Fikiran dan perasaan bercampur aduk berimajinasi berharap ia menjadi miliknya...
Wahai para bujang yg dirahmati اَللّهُ, sbg hamba اَللّهُ yg beriman, rasanya kita selalu yakin bhw kecantikan wajah tdk menjd pertimbangan utama.
Hati nurani akan berkata bhw cantiknya paras tdk menjd prioritas UTAMA.
Keajegan akan kriteria akan mulai terusik, terombang ambing ketika dlm hidup dihadapkan oleh situasi antagonis, spt: ada gadis buruk rupa namun shalehah; Gadis berkulit hitam namun berakhlak mulia; Gadis bibir sumbing namun berkarakter islami.
Benarkah kriteria yg shbt2 usung itu akan segera diwujudkan jk menemukan realita spt itu, Shbt2 akan segara dtg lalu melamar salah satu diantara contoh kasus di atas.
Subhaanallah... Mungkin anda akan mulai mencari alasan untuk menolaknya...
Secara verbalistik, mungkin kita bisa berkelit dan merangkai kata2 utk tujuan "penolakan" yg halus.
Namun, jika hal itu benar2 anda alami. Bgmn anda akan bersikap? (Tanyakan pd hati nurani)...
Shbt bujang yg mulia, rangkai nasihat ini mudah2an menyadarkan antum bhw "SUDAH ISTIQAMAHKAH" kriteria wanita shalehah yg didamba, apapun adanya?
Bersambung...
Bdg, 10-10-'10
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar