Sharing
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ
Ada yg bertanya ttg masalah teguran. Apa itu dan bgmn mensikapinya, apa harus diem cenah...
Sejenak saya berfikir, lalu saya mencoba utk menjawab seperti ini:
Teguran bisa berbentuk kalimat "enak" atau "tdk enak" yg ditujukan pd kita. Dlm hal yg tdk enak, seringkali reaksi kita berlebih (negatif). Utk mbuat teguran "tdk enak" menjd ilmu dan kemajuan, perlu dicoba hal2 berikut:
1. Selalu menangkap ucapan dg fikiran.
Dari sini kita mencermati ucapan org lain dg objektif. Dg objektivitas yg dimiliki, akan muncul keberanian kita utk bertanya "apa yg sebaiknya dilakukan" yg kemudian melahirkan dialog dan diskusi yg bersifat argumentatif.
2. Buka hati dg terbuka.
Hidayah/ilmu tdk akan prnh dtg, perubahan tdk akan terjd dan kemajuan akan terhambat saat hati tertutup darii masukan2 org lain.
3. Kendalikan reaksi yg berlebihan.
Reaksi yg berlebihan berawal dari fikiran yg salah (negatif), emosi & egoitas.
Fikiran negatif (buruk sangka) melahirkan tindakan yg tdk kontra produktif & melemahkan semangat beraktivitas.
Emosi yg buruk melahirkn kemalasan & hasutan (ghibah).
Sdgkn egoitas melahirkn sosok pribadi angkuh, sok hebat tanpa cela dan merasa diri telah bisa menangani masalah2 sendiri.
Yah pagi2 disertai hujan, eh ada rezeki ya ini, org bertanya ttg yg tadi. Ya suuudah saya share-kan pd keluargaku sendiri. Brgkali aja bermanfaat. Kiiitu tah...
Wallahua'lam.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar