Jumat, 18 Februari 2011

Ortu & Kemuliaan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Sahabatku,
Semua kita memiliki orgtua. Dalam arti luas, orgtua adalah semua org yg telah/pernah merawat, membela, membimbing, mengajar, mendidik, melindungi, menjaga, mengatur, memberi contoh dsb. sehingga dlm arti ini, betapa banyaknya kita telah memiliki orgtua (mangga renungkeun heula...).

Dan ketika kita bertanya ttg siapakah orgtua yg 100% memenuhi semua kriteria di atas, maka jawabannya hanya satu yakni orgtua kandung.

Allah SWT berfirman:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia". (Q.S. Al-Israa:23).

Mudah2an, kita menjadi anak yg bisa mengamalkan tuntunan Allah SWT, minimal tuntunan spt firman-NYA tadi.

Aamiin...



Satu lagi:

Sahabatku,
Semua kita ingin hidup mulia. Biarpun seisi dunia menghina, namun hidup akan tentram tatkala Pemilik dunia rido atas kita. Ya, apa yg hrs dicemasi jk Allah SWT tetap rido pd kita.

Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (Q.S. Al-Anbiya : 10)

Ah, ga perlu tafsir panjang lebar dekh rasanya mah. Tinggal "sami'naa wa-atha'naa" aja ya...?

Sukoyy deh, sekian dulu ah. Moga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Diskusi ttg "malu"

Nabi saw bersabda, "Malulah kalian kpd Allah dg se-benar2nya". "Kami sudah malu duhai Rasulullah", jawab para sahabat.
Beliau kemudian bersabda,
"Bukan demikian namun yg dimaksud malu kpd Allah dg se-benar2nya adalah menjaga kepala & anggota badan yg terletak di kepala, menjaga perut & anggota badan yg berhubungan dg perut, mengingat kematian & saat badan hancur dlm kubur. Siapa yg menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yg melakukan hal2 tsb maka dia telah merasa malu dg Allah dg sebenar-benarnya." (HR. Tirmidzi).

Ada yg bertanya begini:
Pa ustadz naon maksadna kepala sareng perut dina hadist tadi. Nuhun.

Saya jawab begini:
Kepala adalah tempat dimana komponen otak berada. Di sana ada sistem saraf baik sensoris maupun motoris. Pd otak juga ada memory yg menyimpan ilmu, pengalaman dan kebiasaan. Otak kemudian melahirkan buah fikir, ide/persepsi/praduga dsb. yg oleh karena buah fikir itulah seseorg berbuat. Saat buah fikir itu buruk (persepsi negatif) maka tindakanpun akan negatif. Oleh karena itulah, Nabi saw menganjurkan kita pandai2 mengendalikan kepala dlm artian pandai mengendalikan hasil pikir. Yah dlm bhs legegna mah, berfikirlah yg positif mk perilakupun akan positif. Kitu tah maksad ngajagi kepala teh, lain kamamana kudu dihelm...


Anapon ttg perut: dia dianggap sumber kenikmatan yg hrs dipuaskan. Makanan dan minuman menjadi bahan pemuas perut. Tatkala keduanya tdk tersedia, laparlah perut dan dia akan meronta utk dipenuhi dg cara apapun. Bahkan tdk jarang saat perut telah terisipun, perut tetap berkeinginan utk diisi dg aroma dan aneka makanan/minuman yg lainnya. Nahhh, pd kedua kondisi itu (tatkala makanan/minuman tdk ada atau sudah ada), maka manusia akan tetap berusaha utk memenuhi perutnya. Usaha ini bisa halal ataupun haram, nu penting hasil utk beli makanan/minuman. Pd saat usaha telah lancar dan selalu berhasil, mungkin manusia ingin mencoba memasukan makanan/minuman yg haram.

Cag heula...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Karunia

Milikah hasrat utk sukses di segala kegiatan & walau tanpa memilih target. Pd kegiatan yg sudah dijalani sudah nampak kemampuan utk menjaga standar tinggi & itulah yg didapatkan di lapangan. Lalu, lakukan lg apa yg seharusnya dilakukan karna kita yakin ada "hasil" yg lebih baik dari apa yg telah didapatkan.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Q.S. Al-Insyirah:6)

Allah swt berfirman:
1. Perintah bertebaran
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak- banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al-Jumu'ah:10)

2. Allah menyempurnakan
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (Q.S. Faathir:30)

3. Allah Pemberi karunia
يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman (Q.S. Ali-Imran:171)

وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar (Q.S. Al-Baqarah:105)

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (Q.S. Al-Baqarah:157)

وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman (Q.S. Ali-Imran:152)

اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَشْكُرُونَ
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur (Q.S. Al-Mukmin:61)

غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk). (Q.S. Al-Mukmin:3)

ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S. Al-Jumu'ah:4)

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (Q.S. Ali-Imran:8)

Itulah sebahagian dari ayat al-Quran yg mengisyaratkan pd kita akan kesuksesan yg sesungguhnya, yakni sukses dlm mendapatkan karunia Allah swt.

Sekian, semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kamis, 17 Februari 2011

Tafsir ahkam2

Bag. 2
Hadits-Hadits Berkenaan dg Keutamaan Surat Al-Fatihah

1. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Abi Sa'id bin Mu'alla ra. Sesungguhnya dia berkata: "Ketika aku akan shalat di mesjid, Rasulullah saw. memanggilku tapi aku tidak menghiraukannya dan aku tetap menjalankan shalat, kemudian aku mendatanginya, lalu beliau bertanya: "Apa yg menghalangimu untuk tidak memenuhi panggilannku?" Dan akupun menjawabnya: "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat". Beliau bersabda: "Bukankah Allah swt telah berfirman:
" Wahai orang2 yg beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yg memberi kehidupan kepadamu..." (QS. An-Anfal: 24), lalu Rasul bersabda: "Sungguh benar2 aku akan mengajarkan kepadamu sebuah surat yg paling agung (luar biasa kandungannya) diantara surat2 yg terdapat dalam al-Qur'an sebelum kamu keluar dari mesjid ini".

Kemudian Rosulullah saw memegang pundakku, maka ketika beliau mau keluar, aku bertanya kepadanya: "Bukankah tadi rasul berkata bahwa akan mengajarkanku sebuah surat yg paling agung (yg luar biasa kandungannya) diantara surat2 yg terdapat dalam al-Qur'an.... ?"

Rasul saw. menjawab:
"Alhamdulillaahi rabbil a'lamiina (QS. Al-fatihah: 2) adalah SAB'U MASAANY dan Al-Qur'an yg telah diturunkan kepadaku" (HR. Al-Bukhory, Abu Daud, dan An-Nasai ( lihat Jam'ul Fawaid: 2/167))

2. Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitabnya (Musnad imam Ahmad), sesungguhnya Ubay bin Ka'ab telah membaca dihadapan Nabi saw. Umul Qur'an, lalu bersabdalah Rasulullah saw.:
"Demi yg diriku berada digenggaman-Nya, sekali-kali tidak ada yg diturunkan baik dalam kitab Taurat, Injil, Jabur, dan juga kitab Al-Furqan yg serupa dgnnya, yaitu: SAB'U MASAANY, dan Al-Qur'an yg telah diturunan kepadaku" (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dan imam Tirmidzi mengomentari bahwa hadis ini "Hasanun shahihun");

3. Imam Muslim dalam kitab shahihnya (Shahih imam Muslim) dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya dia telah berkata: "Ketika Jibril sdg duduk dihadapan Rasulullah saw. terdengarlah teriakan dari atas, lalu beliau mengangkat kepalanya dan berkata (yg berteriak itu): "Inilah pintu dari langit (dari Allah swt), pada hari ini telah dibuka, sama sekali tidak akan dibuka kecuali pada hari ini, lalu turunlah malaikat dari tempat itu, kemudian Rasulullah saw bersabda: "Ini adalah malaikat (Jibril) yg turun ke bumi, yg tdk akan turun kecuali pd hari ini, lalu Nabi megucapkan salam kepadanya. Dan Jibril berkata: 'Aku akan menyampaikan berita gembira dg dua cahaya sungguh aku telah memberikan keduanya padamu, tidak seorang nabipun sebelummu mendapatkannya (dua cahaya tsb) yaitu: Fatihah Kitab dan ayat terakhir dari surat al-Baqarah, selamanya kamu tidak akan membacanya meski satu huruf dari keduanya (Fatihah dan QS. Al-Baqoroh: 287) kecuali aku telah memberikannya kepadamu" (HR. Muslim dan An-Nasai. (Lihat_ tafsir al-Qurtuby: 1/116 dan Jam'u Fawaid: 2/168))

Komentar imam Ali Ash-Shobuny (peny. Kitab ini):
"Inilah riwayat2 paling shahih yg menerangkan tentang keutamaan surat al-Fatihah, dan masih banyak lagi riwayat2 lainnya selain dari ini, diantaranya ada yg shahih dan ada juga yg dhaif (lemah/tidak bisa dijadikan hujah), dan kiranya disini kita memandang cukup dari riwayat2 yg telah disampaikan tadi karena kalau diungkap semuanya akan terlalu lebar dan panjang. Allohu muwafiq."

--- +++ ---

Peringatan Tentang Mengutamakan kepada sebagian surat-surat dalam Al-Qur'an

Imam Al-Qurtuby telah menjelaskan dalam tafsirnya (al-Jami' li Ahkamil Qur'an) dalam satu bab yg khusus, dia memberikan sebuah kewaspadaan (peringatan/supaya berhati-hati) terhadap sikap pengutamaan tsb terutama berkaitan dg hadis-hadis yg sengaja dibuat-buat/diada-adakan (hadis maudu') berkaitan dg tindakan di atas (mengutamakan) pada sebagian surat-surat yg ada pada al-Qur'an, dan disini kita akan membatasi dg mengutip beberapa argumentasi yg dipaparkan oleh beliau (imam Qurtuby) yg dinukil dari poin-poin yg objektif berkaitan dg pembahasan yg sedang dikaji dan terangkum dalam beberapa paragraf berikut ini (kata Peny. Ali Ash-shobuny).

Imam Qurtuby berkata:
"Janganlah kamu sekali-kali akan berpaling kepada apa-apa yg telah dibuat-buat, yg diada-adakan dari hadis-hadis yg dusta, dan cerita-cerita atau riwayat-riwayat yg bathil yg isinya bahwa kita harus mengutamakan terhadap surat-surat dalam al-qur'an, dan selain dari pada itu terutama berkaitan dg fado'ilil A'mal, sungguh banyak sekali kelompok-kelompok yg dengan sengaja telah melakukan pemalsuan hadis-hadis berkenaan dg hal tersebut, dengan motiv dan orientasi yang bervariatif baik dalam cara maupun tujuannya.

1. Di antara mereka terdapat orang-orang Zindiq (atheis) yg dengan sengaja membuat hadis-hadis palsu, dengan tujuan supaya manusia itu ragu terhadap ajaran Islam yg sebenarnya;

2. Ada juga sekelompok orang yg dengan sengaja membuat hadis-hadis palsu itu untuk kepentingan hawa nafsunya (kepentingan pribadi) dan disebarkannya kepada orang-orang untuk melaksanakannya, hal ini berdasarkan kesaksian dari para syeh-syeh (Guru) dari kalangan khowarij (yg kontra kpd Ali bin Abi Tholib) setelah mereka bertobat, mereka berkata:
"Sesungguhnya kami (waktu dulu) ketika menginginkan kpd sesuatu, maka kami membuatkan hadisnya"

3. Ada juga sekelompok orang melakukan tindakan tersebut hanya sekedar untuk memotifasi semangat beribadah (hisbah) dengan dalih karena Alloh menurut pengakuan mereka, mereka mengajak orang-orang untuk melalukan fada'il amal, sebagaiman pernah dilakukan oleh "Nuh Al-Marzawy" dimana dia telah membuat hadis-hadis palsu berkaitan dengan pengutamaan terhadap surat-surat yang ada dalam Qur'an secara per surat, ketika ditanyakan perbuatannya itu, dia menjawab:
"Sungguh aku telah melihat orang-orang telah berpaling dari al-Qur'an, dan disibukkan oleh fiqih imam Abu Hanifah, imam Maghozy (ibnu ishaq) maka aku membuatlah hadis palsu ini supaya manusia kembali kpd al-Qur'an (hisbah)"!

Kemudian imam Al-Qurtuby menegaskan :
"Maka saudara-sudara waspadalah dari apa-apa yg telah dibuat-buat oleh para musuh islam, dan Zindik muslim (skrg mah Orientalis), tentang targib (stimulus untuk ta'at) dan tarhib (stimulus untuk meninggalkan ma'siat) dan selain daripada itu, dan yg paling berbahaya dari semua itu adalah kelompok orang-orang yg mengaku-ngaku juhud, menurut anggapan mereka bahwa membuat hadis-hadis itu tiada lain semata-semata karena Alloh (hisbah), lalu orang-orang menerima hadis-hadis buatan mereka, lalu orang pun memandang kuat hadisnya, dan dianggap sebagai perbuatan yg tidak boleh ditinggalkan, maka ingatlah mereka itu sesat dan lebih menyesatkan"
(Al-Jami'u li Ahkamil Qur'an lil Qurtuby: 1/108). .....__Tuntas__ slm Riy@n!

Sekian pembahasan tentang prolog Al-Fatihah. InsyaAllah hal2 yg terkait dg penggunaan/keutamaan (fadhilah) Al-Fatihah akan terbahas pd pembahasan berikutnya (ayat per ayat).

Bagian selanjutnya kita masuk "Tafsir isti'adzah (ta'awudz)".
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kematian

Renungan kematian

Aku dimakamkan hari ini, Aku mati.
Perlahan, tubuhku ditutup tanah.
Perlahan, semua pergi meninggalkanku.
Masih terdengar jelas langkah2 terakhir mereka,
Aku sendirian, di tempat "ini" yg tak pernah terbayang, Sendiri, menunggu pertanyaan malaikat..
Belahan hati, belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aku bukan siapa2 lagi bagi mereka.
Sanak keluarga menangis, sangat pedih,
aku pun demikian, tak kalah sedih ..
Tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin. Taubat tak lagi dianggap dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri..
Ya Allah.. jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMu.. Utk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka,
yg selama ini telah merasakan zhalimku,
yg selama ini sengsara karena aku,
tersakiti karena aku.
Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan, yg bahkan kumakan..

Yaa Allah Beri lagi aku beberapa hari milikMu, Untuk berbakti kepada ayah&bunda tercinta. Teringat kata2 kasar & keras yg menyakitkan hati mereka. Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu. Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku, menyenangkan saudara2ku.. Untuk sungguh2 beramal soleh.
Aku sungguh ingin bersujud dihadapMu lebih lama lagi.. Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali. Mengapa kusia ‎​² kan saja waktu hidup yg hanya sekali itu? Andai aku bisa putar ulang waktu itu.
Aku dimakamkan hari ini & semua menjadi tak termaafkan & semua menjadi terlambat & aku harus sendiri utk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan dipadang mahsyar...

Ya ROBB sampaikan salamku utk sahabatku yg selalu mengingatkan ku akan hari terakhirku didunia....

Sesungguhnya sahabat yg terbaik yaitu sahabat yang mengingatkanku akan hari saat aku dipanggil menghadapMu...

Andai kita tau jadwal kematian niscaya kita akan rileks saat msh jauh dan bersiap saat ia telah dekat.

Rileks, dimana hidup tak banyak beribadah. Bersiap, dimana kesenangan duniawi ditinggalkan. Hidup beribadah TOTAL.

Namun kita tdk tau ttg jadwal kematian, shg kadang rileks kadang bersiap, kadang tidak ibadah kadang selalu ibadah.

Aripekteh, kurunyung si jadwal itu datang tanpa permisi... Uppps, terhentilah si rileks dan si bersiap itu. Dlm keadaan apapun, kembalilah kita ke haribaan Rabbul 'Izzati.

ا نالله وانااليه راجعون

Sekian...

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Beranjaklah...

Masihkah sikap dan perilakuku bermanfaat?
Adakah senyumku yg membuat ketentraman?
Adakah tatapanku membuat ketenangan?
Adakah kalimat2ku menyelamatkan?
Adakah tulisanku yg menebar ilmu?
Masihkah langkahku menuai nilai rido Ilahi?

Bgmn mungkin semua itu diraih jk hati masih berbalut keangkuhan? Jika hati masih bergemuruh dg penghargaan? Jk hati masih menyisakan kecemburuan? Jika hati masih tertutup hidayah Ilahi? Jk hati masih diselimuti keputus-asaan?

Bgmn mungkin langkah akan menjadi baik jika fikiran masih sebatas kepentingan pribadi? Jika rasa masih mementingkan egoitas diri.

Wahai jiwa,
Sadarlah kini jatah hidupmu kian menipis...

Wahai diri,
Sadarlah kini jasadmu kian rapuh,

Ya, kesempatanmu kian berkurang saat kau berdiam tak mengisi sisa umurmu...
Kau sia2kan waktumu dg meratap tanpa melangkah...
Kau picik, kau bodoh telah membiarkan dirimu berada di jurang kehancuran.

Kau telah biarkan syetan memimpin di kehidupanmu...

Astaghfirullahal 'adhiim.

Bdg, 2 Sept.'10; pk. 01.25
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabu, 16 Februari 2011

Tafsir Ahkam1 - nama2 al-fatihah

Pembahasan pertama dari kitab ini adalah berkenaan dengan Surat Al-Fatihah. Pembahasan dimulai dari hal yg sederhana & nantinya berkembang sesuai dg pembahasan ini kitab tentang Surat tsb.

Bahasan 1 tentang:
Nama-nama surat Al-fatihah

FATIHAH KITAB (Pembuka Al-Qur'an) memiliki tidak satu nama. Surat ini termasuk surat makiyyah (diturunkan di Mekah), terdiri dari 7 ayat berdasarkan kesepakatan ulama (ijma shohabat))

Surat ini memiliki beberapa nama, yg populernya sbb:
1. Al-Fatihah (pembuka
Surat ini sebagai pembuka untuk kitab suci Al-qur'an. Oleh karena itu surat ini disimpan pada urutan pertama apabila dilihat dari segi susunan surat-surat dalam Al-Qur'an BUKAN dari segi turunnya.

Ibnu Jarir menjelaskan:
"Diberi nama dg "Fatihatul Kitab" karena dibukakan dg surat tersebut dalam penulisan pada mushap, dan dibaca pada setiap sholat" ( lihat Tafsir Ibnu Jarir ath-thobari/Jami'ul Bayan jilid 1)

2. Umul Kitab (Induk/ibu Kitab)
Di dalam surat tersebut terhimpun tujuan-tujuan yg mendasar dari kitab yg agung ini (al-qur'an), maka didalamnya berisikan:
A. Pujian/sanjungan kepada Alloh jalla wa a'la,
B. Penetapan akan tauhid rububiyah (pengurusan);
C. Peribadatan berdasarkan perintah Alloh dan larangannya;
D. Permohonan untuk diberikan hidayah dan ketetapan untuk selalu berada dalam iman;
E. Berita tentang umat-umat terdahulu;
D. Ungkapan tentang jalan-jalan (sikap) orang-orang yg berbahagia dan yg celaka, dan yg lainnya;

Surat ini seperti ibu/induk karena penyandaran (menginduk) surat-surat yg lain kepadanya, dan kebiasaan orang-orang arab suka menamakan untuk setiap urusan yg sifatnya jami (umum) dg sebutan "UM (Ibu)", maka mereka mengatakan:
# Mekah al-Mukaromah dg sebutan "Umul Quro (Ibu kota)" karena kota2 yg lain menginduk kepadanya;
# Bendera perang dg "UM harb (Ibu peperangan)" dikarenakan bendera tersebut selalu berangkat paling dulu kemudian diikuti oleh para prajurit, dan;
# Bumi juga dikatakan dg sebutan Um (ibu) dikarenakan seluruh mahkluk berkumpul di perutnya, seperti ungkapan sya'ir:
"Bumi tempat bergantung, dia adalah ibu kita. Padanya tempat kita dilahirkan dan tempat kita dimakamkan".

3. Sab'u Masaani (tujuh ayat yg diulang2)
Surat tersebut merupakan tujuh ayat yg dibaca dg berulang-ulang pada setiap sholat, jelasnya orang yg sholat akan membaca surat ini dlm setiap roka'at sholat, dan telah diriwayatkan dari sekelompok para shahabat ketika menafsirkan firman Alloh ta'ala
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung. (Q.S. Al-Hijr: 87)

bahwa yg dimaksud dg Sab'u Masaani pada ayat tsb adalah surat al-fatihah karena surat itu terdiri dari 7 ayat, berdasarkan kesepakatan Ahli Qiro'ah dan Para Ulama.

Imam al-Qurtuby telah menjelaskan dalam tafsirnya "Aljami' li ahkaamil Qur'an" bahwa surat Fatihah ini memiliki 12 nama diantaranya: asy-syifa (obat), al-wafiyah (memenuhi/meliputi), al-Kafiyah (mencakup), al-Asas (pokok-poko/pundamen), al-hamdu (pujian), dsb.
Berdasarkan keterangan yg diriwayatkan baik yg marfu (s/d Rasululloh saw) maupun ijtihad para shohabat RA. (Lihat Al-JAMI LI AHKAMIL QUR'AN Lil Qurtuby: 1/111)

Imam Al-Alusy menjelaskan bahwa sebagian para Ulama memberi nama terhadap surat Fatihah ini s/d kurang lebih 20 nama, dan secara rincinya bisa dikaji pd tafsirnya yg bernama 'RUHUL MA'ANY Lil ALUSY juz:1 : 37".

Demikian kiranya diantara nama2 Al-Fatihah. Semoga bermanfaat.

Allahua'lam.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Riyan A. Yani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!