Nabi saw bersabda, "Malulah kalian kpd Allah dg se-benar2nya". "Kami sudah malu duhai Rasulullah", jawab para sahabat.
Beliau kemudian bersabda,
"Bukan demikian namun yg dimaksud malu kpd Allah dg se-benar2nya adalah menjaga kepala & anggota badan yg terletak di kepala, menjaga perut & anggota badan yg berhubungan dg perut, mengingat kematian & saat badan hancur dlm kubur. Siapa yg menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yg melakukan hal2 tsb maka dia telah merasa malu dg Allah dg sebenar-benarnya." (HR. Tirmidzi).
Ada yg bertanya begini:
Pa ustadz naon maksadna kepala sareng perut dina hadist tadi. Nuhun.
Saya jawab begini:
Kepala adalah tempat dimana komponen otak berada. Di sana ada sistem saraf baik sensoris maupun motoris. Pd otak juga ada memory yg menyimpan ilmu, pengalaman dan kebiasaan. Otak kemudian melahirkan buah fikir, ide/persepsi/praduga dsb. yg oleh karena buah fikir itulah seseorg berbuat. Saat buah fikir itu buruk (persepsi negatif) maka tindakanpun akan negatif. Oleh karena itulah, Nabi saw menganjurkan kita pandai2 mengendalikan kepala dlm artian pandai mengendalikan hasil pikir. Yah dlm bhs legegna mah, berfikirlah yg positif mk perilakupun akan positif. Kitu tah maksad ngajagi kepala teh, lain kamamana kudu dihelm...
Anapon ttg perut: dia dianggap sumber kenikmatan yg hrs dipuaskan. Makanan dan minuman menjadi bahan pemuas perut. Tatkala keduanya tdk tersedia, laparlah perut dan dia akan meronta utk dipenuhi dg cara apapun. Bahkan tdk jarang saat perut telah terisipun, perut tetap berkeinginan utk diisi dg aroma dan aneka makanan/minuman yg lainnya. Nahhh, pd kedua kondisi itu (tatkala makanan/minuman tdk ada atau sudah ada), maka manusia akan tetap berusaha utk memenuhi perutnya. Usaha ini bisa halal ataupun haram, nu penting hasil utk beli makanan/minuman. Pd saat usaha telah lancar dan selalu berhasil, mungkin manusia ingin mencoba memasukan makanan/minuman yg haram.
Cag heula...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar