"Bentuk kata kerjanya "sajada yasjudu yg artinya merendahkan & menundukan'.
(*) kata (tunduk) itu umum bg manusia, hewan, tumbuh2an & benda2 lainya.
** Sujud ada dua macam:
1) Sujud ikhtiyary, seperti sujud dan tunduknya manusia kpd Allah swt. Sbgmn firman Allah swt dlm Q.S. An-Najm: 62
فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا
Artinya:
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).
Maksudnya: "Oleh sebab itu bersujud dan beribadahlah kamu sekalian kpd allah".
Itu berarti bahwa kaum musyrikin apabila dibacakan kpd mereka ayat alqur'an, mrk suka menertawakan, mengejek dan mempermainkannya, maka disaat itu Allah mengingatkan 'wahai orang2 beriman janganlah kamu terganggu oleh perilaku mrk, tapi kamu sekalian harus tetap fokus sujud dan tunduk kpd allah. Pd Q.S. Al-Fushilat: 37 kita temukan sbb:
فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لا يَسْأَمُونَ
Artinya:
Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.
Maksudnya: diantara ayat2 Allah yaitu adanya malam dn siang, matahari & bulan, maka janganlah sekali2 kamu sujud kpd matahari & bulan, akan tetapi sujulah kpd Allah yg telah menciptakan semuanya itu, apabila kamu benar2 mau beribadah.
2) Sujud Tas-khier, yaitu tunduknya marga satwa, tumbuhan, bulan, bintang, matahari dsb kpd aturan Allah swt. Seperti terbit & terbenamnya matahari, berputarnya bumi pd porosnya, jadinya tumbuhan, mancernya air, panasnya api, jatuhnya benda jk dilempar ke atas. Itu semua tdk terlepas dari ketundukan akan ketentuan Allah swt. Bukan karena keinginan benda2 itu tapi sudah seperti itu ditundukkannya oleh allah swt. Org sering mengatakan itu sbg hukum alam. Utk kita, pendapat itu harus dinyatakan bhw itu adalah bukti tunduk semua makhluk kpd ketentuan yg Allah swt berikan. Ini yg disebut sujud Taskhier. Dalam Al-Quran surat Ar-Ra'd: 15 Allah berfirman:
قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ قُلِ اللَّهُ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لا يَمْلِكُونَ لأنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلا ضَرًّا قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Artinya:
Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".
Demikianlah sujud dimana kita saksikan apapun yg terjadi adalah karena tunduknya semua makhluk thd ketentuan Allah swt.
(Allahu a'lam).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar