Masihkah sikap dan perilakuku bermanfaat?
Adakah senyumku yg membuat ketentraman?
Adakah tatapanku membuat ketenangan?
Adakah kalimat2ku menyelamatkan?
Adakah tulisanku yg menebar ilmu?
Masihkah langkahku menuai nilai rido Ilahi?
Bgmn mungkin semua itu diraih jk hati masih berbalut keangkuhan? Jika hati masih bergemuruh dg penghargaan? Jk hati masih menyisakan kecemburuan? Jika hati masih tertutup hidayah Ilahi? Jk hati masih diselimuti keputus-asaan?
Bgmn mungkin langkah akan menjadi baik jika fikiran masih sebatas kepentingan pribadi? Jika rasa masih mementingkan egoitas diri.
Wahai jiwa,
Sadarlah kini jatah hidupmu kian menipis...
Wahai diri,
Sadarlah kini jasadmu kian rapuh,
Ya, kesempatanmu kian berkurang saat kau berdiam tak mengisi sisa umurmu...
Kau sia2kan waktumu dg meratap tanpa melangkah...
Kau picik, kau bodoh telah membiarkan dirimu berada di jurang kehancuran.
Kau telah biarkan syetan memimpin di kehidupanmu...
Astaghfirullahal 'adhiim.
Bdg, 2 Sept.'10; pk. 01.25
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar