Rabu, 23 Februari 2011

Tafsir ahkam3- Ista'adah

Edisi selasa, 22 februari 2011
Bagian 4

TAFSIR ISTIA'DZAH

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

(Auu'dzu billahi minasy syaithaanir rojiim)

Firman Allah swt:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (Q.S. An-Nahl:98)

A'udzu = Aku memohon keselamatan dan tempat perlindungan.
Dikatakan: U'dztu bi fulan, was ta'adztu bihi, firman Allah : "dan sesungguhnya aku berlindung kpd Tuhanku dan Tuhanmu dari ancamanmu untuk merajamku " (Qs. Ad-Dukhon: 20), maksudnya aku memohon keselamatan, dan meminta perlindungan kepada-Nya.

Dalam Lisan arab (kamus kosakata bhs. arab):
Aa'dza bihi, A'udzan, wa ii'yaadzan artinya berlindung pada tempat yg kokoh/kuat, dan terus berpegangan dg sekuat-kuatnya (tidak melarikan diri dari tempat itu), dalam hadis Nabi dijelaskan:
"Bahwasanya Nabi saw. setelah menikahi seorang perempuan dari kalangan arab, maka setelah dia menemui nabi saw, ia berkata: Au'dzu billahi minka (aku berlindung kepada Allah darimu), maka nabi berkata kepadanya: Sungguh benar-benar engkau telah berlindung kpd tempat perlindungan yg kokoh, maka kembalilah ke keluargamu" .

Asy-syaithan:
Yang melampaui batas, kata syaithan merupakan pecahan (derivasi) dari _(Syathana)_ artinya telah jauh, seperti ungkapan: Syathanat daaruhu artinya rumahnya jauh, dan bi'ru syuthuunun artinya dasar laut yg dalam (jauh dari permukaan).

Imam Qurthuby menjelaskan:
"Penyebutan Asy-syaithan dengan "Syetan" disebabkan jauhnya dari hak (kebenaran) dan sikap melampaui batas aturan (yg selalu melawan/memberontak aturan), oleh sebab itu setiap yg melampaui batas yg melawan kebenaran baik dari kalangan jin, manusia, hewan, maupun tumbuhan disebut syetan.

Ibnu Jarir berkata dalam sya'irnya:
"Kapan saja mereka (Rusa2 (sejenis binatang)) mengajakku untuk menjadi syetan
Dan mereka membuatku lalai ketika aku sudah menjadi syetan!

Dan syetan tidak hanya dikhususkan untuk Jin, bahkan juga mutlak digunakan untuk manusia, sbgmn firman Alloh ta'ala:
"Syaitan-syaitan manusia dan Jin....." (Qs. Al-An'am: 112) dan ibnu Jarir meriwayatkan bahwasanya Umar telah menunggangi seekor keledai kemudian mengamuk, maka umar berkata: "turunkanlah aku, tiada lain yg ditunggangi aku ini adalah syetan" ((ust. Riyan: "Maksudnya bahwa keledai ini sudah tidak berperilaku sebagaimana mestinya/tindakannya sudah melampaui batas kewajaran maka umar mensifatinya dg sebutan syetan")) (lihat Mafatihul Ghoif lil Fahrur Rozy : 1/50)

Ar-Rojiim :
Memiliki arti marjum (yang dilaknat/dikutuk), kata ini diungkapkan dalam bentuk isim fail (Subjek/pelaku), (NB. Apabila digabungkan dg kata kerja biasanya diartikan 'yang me + kata kerja ) atas timbangan/sewajan dg "Fa'iilun" tapi maknanya adalah isim maf'ul (objek/penderita/ yang di.....), seperti dikatakan:
-Ainun Kahiilin maksudnya Makhuulun (mata yang dicelak);
-Kaffun khodiibun : makhduubun (punggung telapak tangan yg dicat);
-Rojulun laii'nun : mal'uunun (orang yg dilaknat)

Imam Qurthuby berkata:
"Asal arti kata ar-romju/rajam adalah melempar dengan menggunakan batu, dan Rajam juga kadang-kadang diartikan membunuh (qotlun), laknat, diusir/diasingkan, dan juga diejek/dicaci maki/terhina, dan arti dari semua ini sebagaiman terangkum dalam fir'man Alloh swt:
"Mereka berkata, "wahai Nuh jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yg dirajam (dilempari batu sampai mati)"
(Qs. Asy-Syu'ara' :116)"
(Al-Jami'ul li Ahkamil Qur'an Lil Qurthuby: 1/90, dan Fahruur Razy: 1/50).

Maka syaitan adalah yg dirajam karena dia itu yg dilaknat, yg diusir dari rahmat Allah aza wa jalla.

Makna ta'awudz:
"Aku memohon perlindungan, dan keselamatan kepada Allah swt, dan berpegang erat kepadaNya dari kejahatan syetan yg selalu melampaui batas-batas (al-haq/ kebenaran) dan melawannya, dimana syetan ini adalah yg menghendaki untuk membuatku lalai dan menyesatkanku (dari jalan Allah swt), dan aku akan senantiasa melindungkan diri kepada sang pencipta yg maha mendengar lagi maha mengetahui dari hembusannya, tiupannya (kemauannya), dan dari segala bisikannya, maka aku ini tidak ada kekuatan untuk menahan semua kejahatan dan segala bahayanya kecuali hanya Engkau Ya Allah Tuhan Semesta Alam yg mampu melindungiku dari semua godaannya"
Allahu Muwafiq!

Allohu A'lam.. Selesai.

Selanjutnya tafsir basmalah!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar