Jumat, 27 Agustus 2010

Kisah-1

..Seorang janda miskin Siu Lan mempunyai anak satu2nya berumur 7 thn bernama Lie Mei.
Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjualan kue di pasar. Karena miskin dia tdk pernah bermanja2 kepada ibunya.
Pada suatu musim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sdh rusak dan dia berpesan kpd anaknya untuk menunggu di rumah karena ia akan membeli keranjang baru.
Saat pulang Siu Lan tidak menemukan anaknya di rumah. Siu Lan langsung sangat marah. Anaknya benar2 tdk tau diri, hidup susah tapi masih jg pergi main2, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu di rumah.
Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dr luar agar anaknya tidak dapat masuk. Lie mei mesti diberi pelajaran, pikirnya geram. Sepulang dari berjualan kue, Siu Lan menemukan anaknya itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk gadis kecilnya yg membeku dan sdh tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi gadis kecilnya tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong gadis kecilnya masuk ke rumah. Ia mengguncang2 tubuh beku gadis kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.
Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dr tangan mungil gadis kecilnynya. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membukanya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yg ada di kertas adalah tulisan gadis kecilnya yg berantakan tp dpt dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini utk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar... Mama selamat ulang tahun, aku sangat mencintaimu".
Kisah nyata ini dimuat di harian Xia Wen Pao thn 2007
(Berprasangka buruk dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar