Rabu, 22 September 2010

Lirikan Mata

Sharing

LIRIKAN MATAMU...

‎​ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Kepalaku sesekali menoleh ke kiri dan ke kanan. Tatapan mata menusuk benda2 yg tertoleh gerakan kepala. Kadang, di bagian tertentu, kepalaku berhenti agak lama memberi kesempatan pada mata utk menelisik benda yg diminatinya. Lalu bergerak lagi dan begitulah setiap saat selama tersadar, kepala dan mata begitu aktif memberikan ilmu pd jiwa ini. Mereka berdua begitu aktif memberikan semangat pd jiwa.

Di sekeliling kita ada benda, hidup dan mati. Semuanya memberi nuansa pd jiwa membangun kesadaran akan arti kehidupan dan tambahan ilmu pd akal fikiran.

Di sekeliling kita ada kehidupan. Dinamikanya kian hari kian memikat, indah dan mempesona. Penemuan2 manusia abad ini begitu luar biasa sehingga hidup makin dimanjakan oleh benda2 hasil olah fikir mereka2 itu. Ya, hidup kian instan...

Perkembangan ini tanpa disadari ternyata mempengaruhi cara pandang dan pola hidup pada manusia. Pola yg sedikit demi sedikit bergeser utk mengagungkan benda, mengutamakan materi dan yg paling parah adalah cara pandang akan benda sebagai sesuatu yg mutlak sbg penyebab kebahagiaan dan kesenangan umat manusia. Cara pandang yg kemudian menghadirkan penghargaan bg mereka pemilik benda dan kian termajinalkannya manusia yg tak ber-benda banyak antik dan mahal.

Padahal, semua kemajuan yg melahirkan ragam kebendaan itu, sebenarnya berawal dari "olah fikir" manusia yg ditemukan oleh lirikan matanya. Artinya, lirikan mata yg menghasilkan "buah" fikir sgt berpotensi untuk membangun kehidupan manusia, atau sebaliknya karna lirikan pulalah manusia malah menghinakan dirinya dan merusak kehidupan.

Jadi, sok ateuh melirik dg benar karna hanya dg lirikan yg benarlah kita bahagia dunia dan akhirat.

Beuuuuh, ternyata dampak lirikan teh LUAR BIASA ya?

Wallahua'lam.

Bandung, 22 Sept 2010
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar