Sharing
Latar "bukbek"...
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ
Negri ini rame sekali. Di pagi hari, hampir di setiap rumah sibuk ber-siap2 memulai aktivitasnya. Bahkan ibu2 mah paling telat, setelah solat subuh langsung "pakpikpek" sagala dicabak buat mengantarkan segala kesiapan anak dan suaminya. Termasuk beberes dan beberisih di semua titik sudut dan ruangan rumahnya.
Petani? Waah, mereka juga riweuh. Pacul, topi, arit, parang, golok, dan tentu nasi timbel dg lauk pauk alakadarnya utk bekal ke sawah/kebun disiapkan dg cermat.
Karyawan berhitung dg waktu agar tidak telat sampai tempat kerjanya. Pelajar? Nah ini dia si pembuat 80% kesibukan rutin dlm kehidupan manusia. Riiiweuhhh weh kalo "membandungan" ada dan tidak adanya mereka mereka mah.
Negarawan, politikus, nu poligami, terus juga pedagang, nelayan, pilot, masinis, manajer, pengusaha, bankir, pramuwisma, pramusaji, pramuka dan juga prawan. Ah pokoknya, prahadirin, ramelah negeri ini teh.
Semua keramaian itu, dalam rangka apa ya? Mungkin ini jawabannya:
1. Memenuhi kebutuhan
2. Memenuhi keinginan
3. Demi kesenangan
4. Demi kesejahteraan
5. Untuk masa depan (nabung)
6. Untuk bisa bertahan hidup
7. Untuk merawat kehidupan
8. Untuk menjalankan tujuan penciptaan
Dan mungkin ada lagi nya?
Kedelapan latar belakang keramaian itulah yg mengakibatkan perbedaan hasil dari "bukbeknya" manusia. Dampaknya akan berbeda dan bisa dilihat dari sikap, motivasi, semangat, ucapan dan perbuatan termasuk pergaulan yg dipilihnya.
Selamat "bukbek" & "rariweuh" saja ah ya...?
Sekian.
Bandung, 25 Sept. 2010
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar