1. Fithrah
Allah swt berfirman:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Q.S. Ar-Ruum:30)
Jd fithrah dlm ayat ini adalah dinul Islam, sehingga ketika kita mendapatkan Sabda Nabi saw ttg "Seluruh bayi yg lahir adalah fithrah", itu artinya seluruh bayi (bangsa manapun) asalnya beragama Islam. Oleh karena itu hadisnya dilanjutkan tergantung ibu bapaknyalah (atas bayi itu), apakah mau dijadikan nasrani, yahuni ataupun mau dijadikan majusi.
Tah, tgs utama org tua adalah mempertahankan dinullah pd diri anak.
2. Perjanjian dlm rahim
Allah swt berfirman:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-A'raf:172)
Inilah ayat "syahadah" seluruh manusia akan pengakuannya kpd Allah swt sbg penciptanya yg akan tunduk pd ketentuan2 yg dibawa oleh nabi-NYA. Sehingga "syahadah" ini hanya bersifat uluhiyah (hanya kpd Allah saja), yg kemudian dilanjutkan dg syahadat pd rasulnya masing2 sesuai zaman dari bayi itu dilahirkan. Nah utk manusia yg lahir setelah Nabi Muhammad saw saharusnya bersyahadat atas Beliau saw (disebut syahadatain).
Sedikit saya menyimpang nih:
Jika ada org yg berkata "kita perlu baca syahadat di hadapan imam", maka itulah ayat yg menyatakan bhw kita sudah bersyahadat lgsg di hadapan Allah swt pd saat di rahim ibu kita masing2.
Jika mrk memaksa bhw syahadat kita tdk syah, mk saya bisa bertanya begini: "Tidak cukupkah syahadat kita lgsg pd Allah dibanding pd imam/seseorang itu" lalu "Bukankah Al-Quran adalah PASTI benarnya, jd kenapa hrs bersyahadat lagi padahal Al-Quran sudah menyatakannya bhw SEMUA manusia bersyahadah kepada Allah swt".
Tah, tgs org tua nu kadua nyaeta "menjaga akidah anak" agar tetap bertauhid kpd Allah swt.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
3. Potensi awal manusia
Allah berfirman:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Q.S. Al-An'am:77).
Tiga potensi yg diberikan Allah swt kepada semua manusia, yakni pendengan, penglihatan dan hati (dlm pengertian akal pikiran).
Tah janten, eta nu kedah dirawat ku para sepuh.
4. Tujuan penciptaan
Firman Allah swt:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". (Q.S. Al-Baqarah:29)
Khalifah artinya pemimpin yg merawat kehidupan, melestarikan kehidupan baik dg pangan, sandang maupun papan. Tentu kepemimpinan yg mengarah kepada ketakwaan yg pasti menggunakan aturan2 sesuai dg ajaran Allah swt.
Tah janten, org tua berkewajiban menumbuhkan kepemimpinan yg benar sesuai dg kehendak Allah swt. Rawat dan pimpin mrk sesuai doa kita:
Waj'alnaa lilmuttaqiina imaamaa...
5. Metode
Firman Allah swt:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
" Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imron: 159).
Tah, janten rawatan anak2 kita dg metode spt itu.
Teu kedah dipaparkeun panjang lebar nya?
Wallahua'lam
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar