Dari taushiyah Ust. H. Hasan pada pertemuan alumni haji ibadurrahman 2008
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (Q.S. Al-Baqarah:200)
Mempertahankan kebabruran adalah panjang. Manasiknya hanya 6 hari.
Dari talbiyah kita diingatkan 4 hal:
1. Pujian milik Allah
2. Nikmat milik Allah
3. Kerajaan milik Allah
4. Jangan musyrik
لبيك الله لبيك, لبيك لاشريك لبيك ان الحمدوالنعمةلك والملك لاشريك
Doa utk org musyrik tdk dikabul oleh Allah swt.
- Kisah bp-nya Nabi Ibrahim as
- Kisah anak Nabi Nuh as.
- Kisah istri Nabi Luth as.
- Kisah suaminya Asiah ra.
Dzikir hrs dibawa ke rumah, dzikir dilakukan di rumah. Rumah memiliki ruh, yakni dzikir. Rumah dijadikan tempat membaca Al-Quran, Sholat, taushiyah/ngajar agama, dsb. ttg segala sesuatu kabaikan.
Rencana berikutnya:
Mei di Jakarta.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar