Selasa, 25 Januari 2011

SIKAP POSITIF

Lima Sikap Positif:

Membangun sikap positif adalah sebuah keharusan jika kita mengharapkan perilaku yg positip saja yg tampak di keseharian kita.

Ah, ini mah sekedar pendapat, berikut ini lima sikap positif yg mungkin perlu kita miliki:

1. Kendalikan utk selalu protes

Protes hampir sama dg komplen. Ngomplen adalah sikap kritis yg sebenarnya bisa baik jika disertai dg argumen yg kuat didukung data yg akurat.

Namun dlm kondisi tertentu, komplen diartikan sbg sebuah sikap yg menunjukkan ketidakpuasan bahkan "aya" kebencian.

Nah, jika ini yg terjadi maka, bersiap-siaplah utk menjd seorg yg BERADA DI LUAR MEDAN PERTEMPURAN. Dia hanya bisa bersorak dan bertepuk tangan namun tak pernah memberikan apa2 karna memang dia TAK PERNAH BERSAMA merajut asa.

2. Kendalikan berfikir kekurangan orang lain.

Semua org punya kekurangan, fisik maupun mental, ilmu maupun keterampilan. Saat kita menunjuk ttg kekurangan atau kelemahan seseorg sesungguhnya kita sdg membangun sikap negatif yg pd gilirannya akan muncul perilaku yg negatif thd org yg dimaksud. Jika hal ini terjadi pd diri anda maka apapun yg diberikan/dilakukan/dipaparkan oleh ybs tdk akan mendapatkan apresiasi/penghargaan maupun tanggapan yg baik dari anda. Anda akan menolaknya baik secara halus maupun secara terang2an.

Dia terus berjalan mengembangkan dirinya sementara anda diam terpaku oleh pikiran anda sendiri.
Dia memiliki kemajuan sementara anda tetap di tempat anda.
Jadilah anda sbg sosok yg tertinggal dlm persaingan yg kian keras. Jadilah anda seorg yg pandai menyalahkan pihak yg meraih kemajuan.
(Wew ah, kitu ari eleh teh. Hahahaha...)

Jadi, berfikirlah ttg kelebihan seseorg...


3. Berfikirlah memperbagus diri

Daripada sibuk mikirin org lain, apalagi yg menjengkelkan kita atau yg membuat kita takut/iri atau yg negatif2, mendingan berfikir bagaimana caranya memperbagus diri. Perbagus sikap, perbagus sopan santun, perbagus budi bahasa, perbagus etika, perbagus ilmu, perbagus penampilan, perbagus kegiatan, perbagus keterampilan dan sebagainya.

Bukankah kita tau bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Artinya, kita harus terus meningkat dan itu hanya bisa dirai melalui memperbaiki diri.

Ayo ah, perbaiki diri kita. Toh yg sangat tau ttg kita hanya kita sendiri. Kebaikan dan keburukan kita hanya kita yg tau. Terserah org lain mau menilai spt apa ttg kita, itu mah hanya masukan saja. Tp yg paling tau ttg kita hanya kita sendiri. Dan yg bisa memperbaiki diri kita bukanlah org lain, tp SANGAT bergantung pd kesungguhan kita. Jd, adakah kemauan kita utk melangkah memperbaiki diri? Hey, jgn hanya sebatas kata, tp ayo berbuat dan berbuatlah.

Suddddah antepkeun masa lalu kita, apalagi masa lalu yg suram dan menyakitkan. Breng ah. Bismillah utk melangkah menggapai kemuliaan diri.


4. Hormati, kagumi, sanjungi.

Sikap positif yg keempat adalah berusaha utk selalu menghormati, mengagumi dan menyanjung.

Menghormati pihak lain, sebenarnya bukan perkara yg sulit jika kita selalu berfikir bhw dia hamba Alloh yg telah Alloh ciptakan utk kita. Keberadaan seseorg bagi kita bukanlah sesuatu yg tanpa "skenario" Alloh. Atas izin-NYA seseorg hadir di kehidupan kita, itu artinya dia adalah utusan Alloh yg bisa mendatangkan ilmu dan kemuliaan bagi kita. Menghormati manusia kecil maupun dewasa adalah sebuah aksi yg luar biasa dari seorg yg rendah hati namun sesungguhnya ia sdg meninggikan derajatnya dg sikapnya itu. Luarrr biassssa.

Adapun mengagumi pihak lain, ini adalah sikap bijak dimana ia tdk mudah menyalahkan pihak lain. Bahkan ia adalah sosok yg membuat kesalahan org lain menjadi ilmu dan kegembiraan yg bisa dibagikan pd pihak lain. (Contoh kasus: habis bensin beli busi). Nah, dg mengagumi siapapun maka jiwa akan sehat, hati senantiasa terbuka dan senyuman selalu menghiasi bibir.

Sedangkan "menyanjung" siapapun merupakan pengakuan akan keunggulan pihak lain. Menyanjung tdk dimaksudkan utk menjilat namun dia adalah lanjutan dari kekaguman dan bukti penghormatan pd seseorg. Sanjungan adalah hadiah murah yg diberikan pd seseorg. Segaling apapun dia, tp kegalingannya tetap menyimpan kata sanjungan...

Nah hadirin, dg berusaha utk selalu menghormati, mengagumi dan menyanjung pihak lain niscaya kita akan temukan sesuatu yg berbeda dari perjalanan hidup kita ke depan. Cobian weh...


5. Doakan orang lain selalu sukses dan bahagia.

Selaluuu saja berdoa utk org lain, baik dia yg berjasa maupun yg tdk pernah berjasa atau bahkan org yg menyakiti/memfitnah/mendhalimi kita. Eh, keukueh weh mendoakan.

Kabayang pan, betapa bersih jiwa org spt itu. Betapa ajeg pikirannya utk tetap berbuat baik pd siapapun. Oleh karena itu, mulai sekarang doakanlah setiap org muslim ttg kesuksesannya, kebahagiaannya, kemudahan hidupnya, dsb.lah pokonamah.

Yah, teu rugi da ngadoakeun batur mah. Malah mah itu akan jd amal soleh buat kita geura. InsyaAlloh.


Sahabat2,
Demikianlah kiranya 5 sikap positif yg sejatinya menghiasi di keseharian kita ke depan.

Yah, jika ada salah2 kata mah hapunet okay?

Sekian.

Wassalam,
Ayi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 21 Januari 2011

Motivasi

MOTIVASI

Motivasi adalah sesuatu yg mendorong perilaku.

Motivasi bisa berasal dari dlm diri (intrinsik) dan luar diri (ekstrinsik).

Motivasi yg berasal dari dalam diri sendiri bisa dari ilmu pengetahuan, keyakinan, agama, sugesti, pengalaman, kebiasaan, dsb.

Sedangkan motivasi yg berasal dari luar diri bisa dari hadiah, penghargaan, pengakuan, pujian, kultur/iklim/suasana, peraturan, figur, slogan2, dsb.

Kedua sumber motivasi itu sangat penting utk dimiliki. Tanpa motivasi jgn harap seseorg akan melakukan aktivitas.

Tentu, motivasi yg lebih penting dari keduanya adalah motivasi dari dlm diri sendiri. Sebesar apapun dorongan yg diberikan pihak luar tdk akan berpengaruh jk ada penolakan dari dlm diri. Intrinsik inilah yg perlu dikembangkan sehingga semangat tetap terpelihara tanpa tergantung pd ekstrinsik.

Namun demikian, pd kenyataannya kehidupan adalah sebuah sistem dimana satu sama lain saling mempengaruhi. Oleh karena itu, penting utk direnungkan hikmah solat berjama'ah dimana salah satunya adalah kita memiliki sikap selalu memikirkan dampak dari apa yg dilakukan bagi kehidupan. Segala dampak buruk akan berpengaruh kepada keburukan kehidupan lalu pd gilirannya HANCURLAH kehidupan itu.

Jd, berbuatlah karna instrinsik dan berikanlah pengaruh yg baik bg kehidupan.

واجعلنا للمتقــين امامـا

"Jadikanlah kami untuk (menjadi pemimpin/pelopor/pemelihara perbuatan takwa"


Sumber

Penyebab utama dari tergeraknya seseorang utk melakukan perilaku adalah ketentraman/kenyamanan dan hobi/cinta/sayang (ini sekedar pendapat, jd anda boleh tidak setuju dan tdk melanjutkan paparan berikutnya koq...).


1. Tentram
Saat seseorg merasa tentram menatap suasana, saat seseorg merasa tentram ketika berbuat dan saat seseorg merasa tentram setelah ia melakukan perbuatannya maka dpt dipastikan ia akan betah dlm melakukan apapun yg dialaminya.

Ketentraman yg muncul berawal dari situasi maupun aturan2 yg ada di lingkungannya. Situasi timbul dari ikatan individu dlm menangkap (melalui panca indra) apapun yg ditemuinya di lingkungannya. Saat lingkungan memberikan ketentraman maka seseorg akan mudah berbuat, berpartisipasi.

Termasuk dlm kategori "tentram" seperti nyaman, enakeun/menyenangkan & mengagumkan.


2. Cinta
Kata "cinta" sangat akrab di telinga kita & hampir menjadi hak paten muda-mudi. Dan pada cinta muda-mudi itu, anda bisa menyaksikan perilaku yg luar biasa dari mereka. Itulah cinta, dampaknya luar biasa. (Hmm... anda tak layak berkata cinta karna usia anda, hehe..).

Benarkah kata itu berlaku terbatas hanya utk kaum muda seperti penulis? (hehe, tong ambek atuh macana). Tidak, ia bukan hak prerogatif kaum muda. Cinta adalah hak seluruh makhluk dan karena cintalah semuanya bisa terjadi. Oleh karena itu, jika saja cinta menjadi sikap diri dimana semuanya kita cintai maka "Apakah yg akan terjadi" pada kehidupan? Wuuuh, rame deh. Kabayang pan?

Cinta keluarga, cinta rumah, cinta harta, cinta pekerjaan, cinta sendal, cinta damai, cinta perbuatan baik, cinta prestasi, cinta penghormatan, cinta kekayaan, cintai seseorang, cinta dan cinta dan cinta... Ah, itu akan menuntun perilaku "bebeakan" thd yg dicintainya.

Jadi, tanyakan pd diri anda "KEMANA cinta anda diberikan". Jawab dg jujur maka anda akan menyadari kenapa anda berperilaku seperti ini...

Termasuk dlm kategori cinta adalah kasih sayang, perawatan, tegur sapa, obrolan, keterbukaan, kebersamaan dsb.lah nya?


Sakali deui, tentram & cinta... Adalah dua hal yg harus ada pd diri siapapun dan diberikan pd lingkungan di mana ia berada.


Alur

Sebuah motivasi (dorongan) berawal dari informasi yg diterima oleh sistem saraf kita (namina mah dukalah hilap deui). Informasi pd saraf ditangkap lalu direspons (ditanggapi). Respons dari saraf inilah yg berpotensi menjadi perilaku baik secara pasif maupun aktif.

Informasi pd saraf (sering disebut rangsangan) yg berasal dari luar diri manusia ditangkap melalui pancasila, eh pancaindro. Kemudian saraf sensorik akan bertanya pd saraf responsif "adakah data" yg berhubungan dg informasi yg masuk. Data itu berupa pengalaman/ilmu/sikap/kebiasaan sebelumnya yg kemudian mempengaruhi pilihan respons yg akan diberikan.

Tah, pd saat dialog antara informasi yg baru masuk dg data yg sudah ada, seringkali menimbulkan kekacowan sehingga polisi juga dtg utk mengamankan perdebatan. Apalagi hawa nafsu dan syetan kadang ikut2an terlibat sehingga menambah ramainya perdebatan itu. Ruh tauhidpun dtg menyemarakkan perdebatan. Wah, rame dehhh..
Waktu yg diperlukan dlm perdebatan itu bisa lama lho... Dan sepanjang waktu yg diperlukan itu seseorg seringkali dlm kondisi bingung/ragu untuk memilih. Dia tdk atau blm menentukan respons yg dipilihnya.

Misalkan dari perdebatan antara informasi yg baru vs data yg ada + hawa nafsu + syetan + tauhidullah telah menghasilkan pilihan ttg respons yg akan diberikan pd informasi yg baru, katakanlah namanya x, mk selama x masih blm berwujud pd tindakan nyata, x dinamakan perilaku pasif yg bentuk perilaku nyatanya muncul spt org yg wait and see, menunggu, hati2, penakut, penuh perhitungan, khawatir/cemas, dsb. Adapun jika x sudah berwujud dlm tindakan mk x dinamakan perilaku aktif dinama ia bisa muncul dalam bentuk cemberut, marah, menangis, tertawa, bertutur kata, menulis, melakukan perbuatan dsb.

Nah, jd perjalanan sebuah perilaku itu bukan perkara yg sederhana. Dia telah melalui tahap perdebatan yg ramai. Dan hasil dari responsnya adalah sgt bergantung kepada kekuatan2 yg berdebat tadi, yaitu bergantung kepada kecenderungan seseorg. Ada yg berkecenderungan pd kebiasaan mk kebiasaan itulah yg akan menjadi pilihan responsnya. Ada juga yg berkecenderungan pd keduniawian mk itu pulalah yg mengakibatkan ia memilih respons. Jd, kita tinggal bertanya:
فايــن تــذ هـبـو ن

"Maka mau kemana kalian...?"

Dampak

Ketika seseorang sudah tergerak maka sesuatu akan terjadi pd kehidupan karena perilakunya. Pasif maupun aktif, positif ataupun negatif perilaku itu yg jelas pasti berpengaruh thd kehidupan manusia.

Jgn pernah menganggap enteng ttg sebuah perilaku sebab ia bisa mempengaruhi dunia (siga nu berlebihan nya?), padahal mah memang berpengaruh da. Contona? Etah weh luimpur lapindo. Yu urang bahas dikit lah nya?

Tragedi LAPINDO, itu diakibatkan oleh pikiran yg salah. Ada yg berpikir keuntungan proyek, jd weh rusuh (penelitiannana, visibility studyna, ngitung anggaran, tenaga ahli jd asal milih dsb). Semua perencanaan dilakukan dlm "kerusuhan". Akibatna kumaha? Penetapan lahan, penentuan titik bor, pengerjaan pengeboran, pembangunan/konstruksi pipa/bangunan/amdal dsb. dilaksanakan dg menekankan efektif dan efisien demi nu tadi tea, PALAY untung anu ageung. Konstruksi yg dibangun tdk memikirkan daya tahan konstruksi itu dibuat. Nah, akhirnya JEBOL deh dan kita tau sampai saat ini (12 Des'2011) masalah Lapindo blm selesai. Bukan, bukan hanya luapan lumpurnya tp berapa banyak keluarga yg harus menanggung "derita" dari konstruksi rusuh ini. Berapa banyak anak yg tdk sekolah atau terganggu perkembangan keilmuannya shg brp anak yg masa depannya suram karna ilmu tak didapat dg utuh. Bgmn kehidupan mrk nanti yg mungkin mrk akan hidup di tempat lain dg posisi dan jabatan yg strategis. Dan seterusnyalah nya? Pokonamah dampaknya mengerikan da.

Tah eta teh awalnya dari pikiran ttg "HAYANG UNTUNG". Sebenarnya mah gapapa da palay untung mah, mung nya ulah ngakibatkeun batur jadi ripuh and rusak atteuuh...

Nah hadirin, demikianlah dulu paparan ttg dampak motivasi bagi kehidupan. Tentu kita ingin dampak2 yg baik saja yg diharapkan dan itu artinya "Berfikirlah yg baik" SAJA.

Sekian.

Salam olahpikir,
Ayi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 29 Oktober 2010

Mencermati Musibah di Negeri ini

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Mencermati beragam peristiwa di negeri tercinta, rasanya peringatan اَللّهُ pd Q.S. Ar-Ruum:41 layak dicermati:

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (Q.S. Al-Ruum:41).

Umar tsaqif Arsalan menyatakan, "Innamal umamul akhlaaqu maa baqiyat. Fain dzahabat akhlaquhum dzahabuu..."
Artinya kurang lebih:
Sesungguhnya keberadaan sebuah negara (komunitas, umat) sangat bergantung pd akhlak penduduknya (anggotanya). Jika akhlak penduduknya rusak/jelek maka rusak pulalah negara itu...

Penyelesaian semuanya itu jelas terletak pd akhlak, sesuai dg TUJUAN utama diutusnya Nabi Muhammad saw yakni untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Ya, akhlak artinya perilaku yg sesuai dg tuntunan Khaliq (اَللّهُ swt).

Sekian, semoga bermanfaat.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Selasa, 19 Oktober 2010

Tulisanku

Renungan sore:

Semua kita ingin bahagia, dunia maupun akhirat. Namun jika harus memilih, kebahagiaan dimanakah yg diinginkan?

Shbtku, dunia ini hanya tempat sementara. Di sini apapun yg menimpa kita akan berakhir...



Renungan Malam:

Malam ini kita masih menatap di setiap dengus nafas...

Sebentar lg, kita tidur utk beristirahat walau tak sedikit manusia yg kemudian istirahat utk selamanya...

Ya اَللّهُ, lindungilah iman kami. Ampunilah dosa kami. Terimalah amal soleh kami.
Kami berserah pada-MU...



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

"Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman". (Q.S. Al-Ahzab:43).

Ya, Al-Quran & sunnah Nabi saw telah tersedia & sempurna. Terserah kita, apatah telah sungguh2 menjdkn keduanya sbg pilihan pedoman hidup?

Ya اَللّهُ, pilihlah kami utk keluar dari kegelapan.



Renungkeuneunn:

Koruptor dimanja KPK

"Yang penting itu adalah recovery aset negara. Bagaimana kerugian negara dapat dicover dari aset terdakwa," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin.

Menurut Jasin, KPK memiliki tim pencari harta kekayaan terdakwa mulai dari aset pribadi dll. KPK akan MENAWARKAN jalan tengah bagi terdakwa apakah akan bersedia mendapat kurungan tambahan atau membayar denda.


Demikianlah cuplikan wakil ketua KPK terkait dg koruptor negara ini. Duh, baiknya KPK thd perusak negeri...

Eittt, jgn HAYANG jd KORUPTOR...
Etah budak, SD keneh ditanya cita2, jawabanna teh pengen jd koruptor cenah. Beuuuuh...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sabtu, 16 Oktober 2010

Satu kejadian "Al-Qomah" di Zaman Kiwari

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

(Ini kiriman dari Ibu Hj. Elly yg menerima Kiriman dari mas Budi Susanto)

Berikut kisah yg disampaikan pada sebuah tulisan, semoga bermanfaat,

Pada akhir tahun 2003, istri saya selama 11 malam tidak bisa tidur. Saya sudah berusaha membantu agar istri saya bisa tidur, dengan membelai, diusap-usap, masih susah tidur juga. Sungguh cobaan yang sangat berat. Akhirnya saya membawa istri saya ke RS Citra Insani yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Sudah 3 hari diperiksa tapi dokter tidak menemukan penyakit istri saya. Kemudian saya pindahkan istri saya ke RS Azra, Bogor. Selama berada di RS Azra, istri saya badannya panas dan selalu kehausan sehingga setiap malam minum 3 galon air Aqua. Setelah dirawat 3 bulan di RS Azra, penyakit istri saya belum juga diketahui penyakitnya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah ke RS Harapan Mereka di Jakarta dan langsung di rawat di ruang ICU. Satu malam berada di ruang ICU pada waktu itu senilai Rp 2,5 juta. Badan istri saya –maaf- tidak memakai sehelai pakaian pun. Dengan ditutupi kain, badan istri saya penuh dengan kabel yang disambungkan ke monitor untuk mengetahui keadaan istri saya. Selama 3 minggu penyakit istri saya belum bisa teridentifikasi, tidak diketahui penyakit apa sebenarnya.

Kemudian pada minggu ke-tiga, seorang dokter yang menangani istri saya menemui saya dan bertanya, "Pak Jamil, kami minta izin kepada pak Jamil untuk mengganti obat istri bapak.""Dok, kenapa hari ini dokter minta izin kepada saya, padahal setiap hari saya memang gonta-ganti mencari obat untuk istri saya, lalu kenapa hari ini dokter minta izin ?""Ini beda pak Jamil. Obatnya lebih mahal dan obat ini nantinya disuntikkan ke istri bapak.""Berapa harganya dok?""Obat untuk satu kali suntik 12 juta pak.""Satu hari berapa kali suntik dok?""Sehari 3 kali suntik.""Berarti sehari 36 juta dok?""Iya pak Jamil.""Dok, 36 juta bagi saya itu besar sedangkan tabungan saya sekarang hampir habis untuk menyembuhkan istri saya. Tolong dok, periksa istri saya sekali lagi. Tolong temukan penyakit istri saya dok.""Pak Jamil, kami juga sudah berusaha namun kami belum menemukan penyakit istri bapak. Kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipto dan banyak laboratorium namun penyakit istri bapak tidak ketahuan.""Tolong dok…., coba dokter periksa sekali lagi. Dokter yang memeriksa dan saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dok dicari""Pak Jamil, janji ya kalau setelah pemeriksaan ini kami tidak juga menemukan penyakit istri bapak, maka dengan terpaksa kami akan mengganti obatnya." Kemudian dokter memeriksa lagi."ya dok."

Setelah itu saya pergi ke mushola untuk shalat dhuha dua raka'at. Selesai shalat dhuha, saya berdoa dengan menengadahkan tangan memohon kepada Allah, -setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Rasululloh,

"Ya Allah, ya Tuhanku….., gerangan maksiat apa yang aku lakukan. Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga engkau menguji aku dengan penyakit istriku yang tak kunjung sembuh. Ya Allah, aku sudah lelah. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah, gerangan energi negatif apakah yang aku lakukan sehingga istriku sakit tak kunjung sembuh ? sembuhkanlah istriku ya Allah. Bagimu amat mudah menyembuhkan penyakit istriku semudah Engkau mengatur Milyaran planet di muka bumi ini ya Allah."

Kemudian secara tiba-tiba ketika saya berdoa, "Ya Allah, gerangan maksiat apa yang pernah aku lakukan? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga aku diuji dengan penyakit istriku tak kunjung sembuh?" saya teringat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu ketika saya mengambil uang ibu sebanyak Rp150,-.

Dulu, ketika kelas 6 SD, SPP saya menunggak 3 bulan. Pada waktu itu SPP bulanannya adalah Rp 25,-. Setiap pagi wali kelas memanggil dan menanyakan saya, "JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ?" Malu saya. Dan ketika waktu istrirahat saya pulang dari sekolah, saya menemukan ada uang Rp150,- di bawah bantal ibu saya. Saya mengambilnya. Rp75,- untuk membayar SPP dan Rp75,- saya gunakan untuk jajan.

Saya kemudian bertanya, kenapa ketika berdoa, "Ya Allah, gerangan maksiat apa? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga penyakit istriku tak kunjung sembuh?" saya diingatkan dengan kejadian kelas 6 SD dulu ketika saya mengambil uang ibu. Padahal saya hampir tidak lagi mengingatnya ??. Maka saya berkesimpulan mungkin ini petunjuk dari Allah. Mungkin inilah yang menyebabkan istri saya sakit tak kunjung sembuh dan tabungan saya hampir habis. Setelah itu saya menelpon ibu saya,

"Assalamu'alaikum Ma…""Wa'alaikumus salam Mil…." Jawab ibu saya."Bagaimana kabarnya Ma ?""Ibu baik-baik saja Mil.""Trus, bagaimana kabarnya anak-anak Ma ?""Mil, mama jauh-jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak-anakmu. Sudah kamu tidak usah memikirkan anak-anakmu, kamu cukup memikirkan istrimu saja. Bagaimana kabar istrimu Mil, bagaimana kabar Ria nak ?" –dengan suara terbata-bata dan menahan sesenggukan isak tangisnya-."Belum sembuh Ma.""Yang sabar ya Mil."

Setelah lama berbincang sana-sini –dengan menyeka butiran air mata yang keluar-, saya bertanya, "Ma…, Mama masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ?"

"Yang mana Mil ?"

"Kejadian ketika Mama kehilangan uang Rp150,- yang tersimpan di bawah bantal ?"

Kemudian di balik ujung telephon yang nun jauh di sana, Mama berteriak, (ini yang membuat bulu roma saya merinding setiap kali mengingatnya)

"Mil, sampai Mama meninggal, Mama tidak akan melupakannya." (suara mama semakin pilu dan menyayat hati),

"Gara-gara uang itu hilang, mama dicaci-maki di depan banyak orang. Gara-gara uang itu hilang mama dihina dan direndahkan di depan banyak orang. Pada waktu itu mama punya hutang sama orang kaya di kampung kita Mil. Uang itu sudah siap dan mama simpan di bawah bantal namun ketika mama pulang, uang itu sudah tidak ada. Mama memberanikan diri mendatangi orang kaya itu, dan memohon maaf karena uang yang sudah mama siapkan hilang. Mendengar alasan mama, orang itu merendahkan mama Mil. Orang itu mencaci-maki mama Mil. Orang itu menghina mama Mil, padahal di situ banyak orang. ...rasanya Mil. Mamamu direndahkan di depan banyak orang padahal bapakmu pada waktu itu guru ngaji di kampung kita Mil tetapi mama dihinakan di depan banyak orang. SAKIT.... SAKIT... SAKIT rasanya."

Dengan suara sedu sedan setelah membayangkan dan mendengar penderitaan dan sakit hati yang dialami mama pada waktu itu, saya bertanya, "Mama tahu siapa yang mengambil uang itu ?"

"Tidak tahu Mil…Mama tidak tahu."

Maka dengan mengakui semua kesalahan, saya menjawab dengan suara serak,

"Ma, yang mengambil uang itu saya Ma….., maka melalui telphon ini saya memohon keikhlasan Mama. Ma, tolong maafkan Jamil Ma…., Jamil berjanji nanti kalau bertemu sama Mama, Jamil akan sungkem sama mama. Maafkan saya Ma, maafkan saya…."

Kembali terdengar suara jeritan dari ujung telephon sana,"Astaghfirullahal 'Azhim….. Astaghfirullahal 'Azhim….. Astaghfirullahal 'Azhim…..Ya Allah ya Tuhanku, aku maafkan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Maafkanlah dia ya Allah, ridhailah dia ya Rahman, ampunilah dia ya Allah."

"Ma, benar mama sudah memaafkan saya ?"

"Mil, bukan kamu yang harus meminta maaf. Mama yang seharusnya minta maaf sama kamu Mil karena terlalu lama mama memendam dendam ini. Mama tidak tahu kalau yang mengambil uang itu adalah kamu Mil."

"Ma, tolong maafkan saya Ma. Maafkan saya Ma?"

"Mil, sudah lupakan semuanya. Semua kesalahanmu telah saya maafkan, termasuk mengambil uang itu."

"Ma, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Ma agar cepat sembuh."

"Ya Allah, ya Tuhanku….pada hari ini aku telah memaafkan kesalahan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Dan juga semua kesalahan-kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit menantu dan istri putraku ya Allah."

Setelah itu, saya tutup telephon dengan mengucapkan terima kasih kepada mama. Dan itu selesai pada pukul 10.00 wib, dan pada pukul 11.45 wib seorang dokter mendatangi saya sembari berkata,

"Selamat pak Jamil. Penyakit istri bapak sudah ketahuan."

"Apa dok?"

"Infeksi prankreas."

Saya terus memeluk dokter tersebut dengan berlinang air mata kebahagiaan, "Terima kasih dokter, terima kasih dokter. Terima kasih, terima kasih dok."

Selesai memeluk, dokter itu berkata, "Pak Jamil, kalau boleh jujur, sebenarnya pemeriksaan yang kami lakukan sama dengan sebelumnya. Namun pada hari ini terjadi keajaiban, istri bapak terkena infeksi prankreas. Dan kami meminta izin kepada pak Jamil untuk mengoperasi cesar istri bapak terlebih dahulu mengeluarkan janin yang sudah berusia 8 bulan. Setelah itu baru kita operasi agar lebih mudah."

Setelah selesai, dan saya pastikan istri dan anak saya selamat, saya kembali ke Bogor untuk sungkem kepada mama bersimpuh meminta maaf kepadanya, "Terima kasih Ma…., terima kasih Ma."

Namun…., itulah hebatnya seorang ibu. Saya yang bersalah namun justru mama yang meminta maaf. "Bukan kamu yang harus meminta maaf Mil, Mama yang seharusnya minta maaf."
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 15 Oktober 2010

Teguran

Sharing

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Ada yg bertanya ttg masalah teguran. Apa itu dan bgmn mensikapinya, apa harus diem cenah...

Sejenak saya berfikir, lalu saya mencoba utk menjawab seperti ini:

Teguran bisa berbentuk kalimat "enak" atau "tdk enak" yg ditujukan pd kita. Dlm hal yg tdk enak, seringkali reaksi kita berlebih (negatif). Utk mbuat teguran "tdk enak" menjd ilmu dan kemajuan, perlu dicoba hal2 berikut:

1. Selalu menangkap ucapan dg fikiran.
Dari sini kita mencermati ucapan org lain dg objektif. Dg objektivitas yg dimiliki, akan muncul keberanian kita utk bertanya "apa yg sebaiknya dilakukan" yg kemudian melahirkan dialog dan diskusi yg bersifat argumentatif.

2. Buka hati dg terbuka.
Hidayah/ilmu tdk akan prnh dtg, perubahan tdk akan terjd dan kemajuan akan terhambat saat hati tertutup darii masukan2 org lain.

3. Kendalikan reaksi yg berlebihan.
Reaksi yg berlebihan berawal dari fikiran yg salah (negatif), emosi & egoitas.
Fikiran negatif (buruk sangka) melahirkan tindakan yg tdk kontra produktif & melemahkan semangat beraktivitas.
Emosi yg buruk melahirkn kemalasan & hasutan (ghibah).
Sdgkn egoitas melahirkn sosok pribadi angkuh, sok hebat tanpa cela dan merasa diri telah bisa menangani masalah2 sendiri.

Yah pagi2 disertai hujan, eh ada rezeki ya ini, org bertanya ttg yg tadi. Ya suuudah saya share-kan pd keluargaku sendiri. Brgkali aja bermanfaat. Kiiitu tah...

Wallahua'lam.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sabtu, 09 Oktober 2010

Nasehat Perkawinan-memilih jodoh1

Nasihat utk bujangan

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Mungkin para bujang sering memimpikan indahnya hidup bersama wanita idaman. Wanita pendamping yg cantik, harum dan memikat.
Juga ditambah dg kriteria shalehah dg perangai yg mempesona. Solat tak pernah ditinggalkan, shaum sunnat dilakukan, tahajjud selalu dikerjakan, khidmat pd orgtua, hormat pd sesama, taat pd dirinya jk jd suaminya.
Ah, seabrek harapan akan sosok wanita terbaik yg jd pendamping hidupnya mungkin jd lamunan se-hari2.

Ketika mata bujang melirik wanita berparas cantik, detak jantung mulai tak karuan. Fikiran dan perasaan bercampur aduk berimajinasi berharap ia menjadi miliknya...

Wahai para bujang yg dirahmati اَللّهُ, sbg hamba اَللّهُ yg beriman, rasanya kita selalu yakin bhw kecantikan wajah tdk menjd pertimbangan utama.
Hati nurani akan berkata bhw cantiknya paras tdk menjd prioritas UTAMA.

Keajegan akan kriteria akan mulai terusik, terombang ambing ketika dlm hidup dihadapkan oleh situasi antagonis, spt: ada gadis buruk rupa namun shalehah; Gadis berkulit hitam namun berakhlak mulia; Gadis bibir sumbing namun berkarakter islami.
Benarkah kriteria yg shbt2 usung itu akan segera diwujudkan jk menemukan realita spt itu, Shbt2 akan segara dtg lalu melamar salah satu diantara contoh kasus di atas.

Subhaanallah... Mungkin anda akan mulai mencari alasan untuk menolaknya...
Secara verbalistik, mungkin kita bisa berkelit dan merangkai kata2 utk tujuan "penolakan" yg halus.
Namun, jika hal itu benar2 anda alami. Bgmn anda akan bersikap? (Tanyakan pd hati nurani)...
Shbt bujang yg mulia, rangkai nasihat ini mudah2an menyadarkan antum bhw "SUDAH ISTIQAMAHKAH" kriteria wanita shalehah yg didamba, apapun adanya?

Bersambung...

Bdg, 10-10-'10
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!