Jumat, 27 Agustus 2010

Kisah4

Pada suatu hari ada seorang ibu yang baru pulang dari pasar, dia melihat ada 3 orang berjanggut di halaman rumahnya, ketiga pria itu terlihat letih dan lapar, ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan, tapi mereka bertanya, "apakah suamimu sudah pulang?", "belum" jawab ibu itu, "kalau begitu kami tidak bisa masuk".

Ketika suaminya pulang diceritakannya tentang ketiga orang itu, suaminya menyuruhnya mengajak ketiga orang itu untuk masuk, ketika ia menyuruh mereka masuk seorang berjanggut itu berkata, "yang itu bernama kekayaan, yang itu kesuksesan dan saya cinta, kalian harus memilih salah satu dari kami untuk masuk ke dalam rumahmu, kami tidak bisa masuk bersama sama"

Ibu itu masuk ke dalam dan menceritakan apa yang dikatakan orang itu, suaminya berkata, "suruh kekayaan masuk, saya ingin rumah ini penuh dengan kekayaan"

Tapi ibu itu berkata, "lebih baik kesuksesan, biar semua pekerjaan kita selalu penuh dengan kesuksesan,"

Anak2 mereka berkata, "lebih baik cinta, biar rumah ini selalu penuh dengan cinta,"

Akhirnya semua setuju untuk mengajak cinta masuk, ibu itu kembali ke depan dan berkata, "yang bernama cinta silakan masuk,"

Ketika orang yang bernama cinta berjalan masuk kedua orang yang lain mengikutinya, si ibu heran dan berkata, "kami hanya mengundang cinta, kenapa kalian ikut?"

Orang itu berkata, "kalau ibu memilih kekayaan atau kesuksesan, kami hanya bisa berjalan sendiri2, tapi karena ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan, sebenarnya kami berdua ini buta, hanya cinta yang bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan kapanpun juga...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kisah2

​Seorang menantu hidup dengan seorang ibu mertua yang sangat galak. Karena terus menerus dimarahi oleh ibu mertuanya dan selalu saja apa yg diperbuatnya dinilai salah, maka si menantu sangat membenci ibu mertuanya itu sampai ada keinginan di hatinya untuk membunuh mertuanya dengan racun. Maka pergilah si menantu ke seorang dukun untuk menceritakan permasalahan yg dialaminya sambil meminta ramuan racun untuk membunuh ibu mertuanya. Lalu si dukun memberikan cairan bening dalam botol besar, yg harus dicampurkan setetes di setiap minuman mertuanya. Si dukun berpesan agar si menantu ingin reaksi racun itu cepat membuat mertuanya meninggal,maka si menantu harus bersabar dgn amarah ibu mertuanya dan senantiasa tersenyum serta melayani keperluannya dengan baik. Semakin si menantu bersikap baik, semakin cepat reaksi racun itu, kata si dukun. Setelah 3 bulan perintah itu dijalankan sang menantu...maka hasilnya luar biasa...terjadi perubahan drastis dari ibu mertuanya yg akhirnya tdk pernah lg marah marah dan menjadi sangat sayang dgn menantunya. Si menantu pun demikian menjadi sayang kepadanya. Dgn rasa bersalah si menantu pergi ke dukun untuk membatalkan niatnya dan meminta penawar racun agar mertuanya tdk meninggal. Sambil tertawa sang dukun berkata....."tenang saja...mertuamu tdk akan keracunan karena yg aku berikan hanyalah air putih biasa...bukan racun"!!! (Pelajaran berharga dari cerita ini adalah...bahwa amarah dan kebencian serta kerasnya hati akan luluh dengan kebaikan dan ketulusan).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kisah-1

..Seorang janda miskin Siu Lan mempunyai anak satu2nya berumur 7 thn bernama Lie Mei.
Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjualan kue di pasar. Karena miskin dia tdk pernah bermanja2 kepada ibunya.
Pada suatu musim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sdh rusak dan dia berpesan kpd anaknya untuk menunggu di rumah karena ia akan membeli keranjang baru.
Saat pulang Siu Lan tidak menemukan anaknya di rumah. Siu Lan langsung sangat marah. Anaknya benar2 tdk tau diri, hidup susah tapi masih jg pergi main2, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu di rumah.
Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dr luar agar anaknya tidak dapat masuk. Lie mei mesti diberi pelajaran, pikirnya geram. Sepulang dari berjualan kue, Siu Lan menemukan anaknya itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk gadis kecilnya yg membeku dan sdh tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi gadis kecilnya tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong gadis kecilnya masuk ke rumah. Ia mengguncang2 tubuh beku gadis kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.
Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dr tangan mungil gadis kecilnynya. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membukanya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yg ada di kertas adalah tulisan gadis kecilnya yg berantakan tp dpt dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini utk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar... Mama selamat ulang tahun, aku sangat mencintaimu".
Kisah nyata ini dimuat di harian Xia Wen Pao thn 2007
(Berprasangka buruk dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Senin, 23 Agustus 2010

Akhlakul Karimah

Berakhlak Mulia (Bagian I)

Bahwa Rasul saw diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, sehingga seluruh perangkat yg dibawa dalam risalahnya hanya terpaku pada pembangunan akhlak manusia. Artinya, baik ibadah mahdhah (langsung) maupun ghaira mahdhah (tidak langsung), semuanya untuk membangun akhlak manusia.

Oleh karena itu, syahadat, shalat, zakat, shaum maupun haji serta ibadah2 mahdhah yang lainnya harus pula membentuk karakter/ kepribadian muslim. Demikian pula dengan ibadah muamalah dan segala ketentuan di laur ibadah mahdhah, semuanya harus menjembatani character building dalam akhlakul karimah.

Shahabatku, berikut ini kami sampaikan keterangan2 hadits Rasulullah saw berkenaan dengan akhlakul karimah. Semoga bermanfaat.

Rasulullah bersabda:
1. " Tiada sesuatu yg lebih berat timbangannya drpd akhlak yg baik" (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. "Org mukmin yg paling sempurna imannya adalah org yg paling baik budi pekertinya" (HR Ahmad)

3. "Hendaklah kamu takut kepada اَللّهُ dimana sj kamu berada dan pekerjaan yg buruk hendaklah diikuti dg pekerjaan yg baik agar terhapus. Dan bergaullah dg sesama manusia yg berbuat baik" (HR Ahmad)

4. "Berjanjilah kepadaku bahwa kamu akan mengerjakan enam perkara ini, niscaya aku jamin kamu masuk surga: berkata yg benar, menepati janji, menunaikan amanat, menjaga kehormatan, menundukkan pandangan, tangan tidak lancang" (HR Ahmad)

5. "Sesungguhnya org mukmin itu tdk akan berzina, tdk akan minum minuman keras dan tdk akan mencuri". (HR Bakr bin A. Rahman)

6. "Tiga tanda-tanda org munafik, apabila bicara ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, bila dipercaya ia khianat" (HR Bukhari-Muslim)

7. "Hendaklah kamu berkata benar karena berkata benar membawa kpd kebaikan & kebaikan membake surga. Demikianlah, bilamana seseorg senantiasa membiasakan diri utk berkata benar dan selalu cenderung kpd berkata benar, org tsb akan dicatat sbg org yg benar di sisi Alloh. Dan jauhilah berkata dusta karena dusta membawa kpd kejahatan & kejahatan membawa ke neraka. Demikianlah, bilamana seseorg membiasakan diri berdusta & cenderung berdusta, ia akan dicatat sbg seorg pendusta di sisi Alloh". (HR Bukhari-Muslim)

8. "Org kuat itu bukanlah org yg kuat bergulat, tetapi sebenarnya org yg kuat adalah org yg dpt menahan amarahnya". (HR Bukhari-Muslim)

9. "Marah itu berasal dari setan, setan itu berasal dari api. Api hanya dapat dipadamkan dg air, karenanya apabila kamu marah, (segeralah) ambil air wudhu dan sholatlah". (HR Abu Daud)

10. "Iman itu mempunyai 77 cabang dan malu itu cabang dari iman". (HR Bukhari-Muslim)

11. Diantara yg diketahui org dari sabda nabi yg terdahulu adalah: "Kalau tdk tahu malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu". (HR Bukhari)

12. "Malu itu tdk akan datang kecuali dg kebaikan". (HR Bukhari-Muslim)

13. "Malu adalah perhiasan, bertakwa kpd Alloh adalah kemuliaan, sebaik-baiknya tunggangan adalah sabar dan menantikan kelapangan dari Alloh adalah ibadah". (HR Hakim)

Catatan: baca juga Q.S. Lukman:19 dan Al-Ahzab:53.

14. "Tidak akan masuk surga org yg ada menyelinap dlm hatinya sedikit sifat takabbur." Sahabat bertanya, "Bgmn seandainya seseorng ingin memakai baju yg indah dan sepatu yg bagus?" Nabi menjawab, "Sesungguhnya Alloh itu indah dan suka kpd keindahan. Sifat takabbur ialah menolak yg hak (kebenaran) dan menganiaya org". (HR Muslim)

15. "Alloh telah mewahyukan kpdku supaya kamu hendaknya hormat menghormati satu sama lain, jgn ada yg menganiaya org lain dan jgn ada org yg menyombongkan diri thd yg lain". (HR Muslim)

Catata: baca juga Q.S. Al-Isra:37)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: "Aku medengar Rasulullah bersabda: "Allah menjadikan Rahmat (Belas kasih) seratus bagian, kemudian Ia simpan disisinya sembilan puluh sembilan bagian, dan la turunkan ke Bumi satu bagian, dan dari bagian itulah para Mahluk saling berbelas kasih sampai Kuda mau mengangkat kakinya dari anaknya karena khawatir menginjaknya". (Shahih Bukhari No. 5692)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Islam Pilihanku

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

Alhamdulillah kita berkesempatan saling menasihati dan mengingatkan untuk takwa melalui apapun yg اَللّهُ sajikan dlm kehidupan kita.

Sahabatku yg mulia,
Betapa اَللّهُ sangat ingin kita masuk ke surga-NYA. Betapa اَللّهُ ingin membuat kita bahagia. اَللّهُ ingin kita hidup tentram, tenang, ceria, semangat, mulia, berharga dsb. Oleh karena itu, DIA memilih diantara manusia sbg utusan-NYA untuk mengenalkan DZATNYA dan mengajarkan ajaran-NYA. Kita menyebut manusia pilihan اَللّهُ itu adalah rasulullah.

ان نحن الابشرمثلكم ولكن الله يمن علي من يشاء من عباده

"Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi اَللّهُ memberi karunia kepada siapa yg DIA kehendaki diantara hamba2NYA" (Q.S. Ibrahim:11)

DIA berikan ajaran-NYA kepada para utusan itu untuk disebarluaskan kepada umatnya. Dengan cara seperti itu, manusia dapat kembali masuk ke surga-NYA.

ولقدبعثنافي كل امة رسولا
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap2 umat" (Q.S. An-Nahl:36)

Demikian hal yg terjadi pada diri Muhammad. Dia rasul untuk manusia yg hidup sejak tahun 611 M. sampai kiamat nanti. Dia manusia terakhir pilihan اَللّهُ swt. Dialah yg mendapat didikan dan pengarahan dari اَللّهُ Rabbul 'Aalamiin. Dialah yg tau cara beribadah dan rumusan semua aktivitas manusia supaya bernilai ibadah. Melalui wahyu2-NYA, اَللّهُ mengarahkan manusia untuk masuk kembali kepada tempat dimana manusia pertama diciptakan-NYA dulu. Surga, itulah tempat tinggal manusia.

وماارسلنك الارحمةللعلمين
"Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahma bagi semesta alam" (Q.S. Al-Anbiya:107).

Shahabatku para mujahid,
Manusia yg hidup setelah kerasulan Nabi Muhammad saw, wajib tunduk pada iradah اَللّهُ. Tidak ada kecuali. Semua manusia YANG PERCAYA kepada اَللّهُ wajib tunduk pula kepada Nabi Muhammad saw. Segala apa yg tertulis dlm wahyu2-NYA, Al-Quran, wajib tegak di muka bumi ini. Sunnah yg shahih dari Nabi Muhammad saw wajib mempribadi pd SELURUH manusia. Mentaati Nabi Muhammad saw sama dengan mentaati اَللّهُ. Mereka yg taat pd اَللّهُ, pasti mentaati titah perintah dan contoh Nabi Muhammad saw.

من يطع الرسول فقداطع الله
"Barangsiapa yg menta'ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta'ati اَللّهُ" (Q.S. An-Nisaa:80)

Sehingga, tunduk dan patuh pd Nabi Muhammad saw sbg rasul, itulah yg harus dilakukan oleh manusia yang hidup saat ini. Dimanapun dan apapun dia, tanpa kecuali SEMUAnya wajib tunduk pd ketentuan-NYA. (Q.S. An-Nisa:64).

Shahabatku para mujahid,
Fikiran dan perasaan kita dewasa ini kerap bertarung dg fikiran dan perasaan org lain. Manusia2 pintar di jagat raya menuangkan ragam gagasan yg kadang menjejali fikiran dan perasaan kita. Tolok ukur kebenaran perilaku sering tak bermuara dari tuntunan Nabi Muhammad saw, bahkan di tengah2 keterbatan kita, kadang kita sok tau akan apa yg kita lakukan. Kita berbuat tanpa tuntunan maupun pendapat2 manusia2 yg diakui intelektualitasnya. Kita berbuat menurut hawa nafsu.
Padahal, KALAM siapa yg terbaik selain kalamullah, Al-Quran yg mulia. Al-Quran adalah peringatan bg seluruh alam (Q.S. Al-Qalam:52). Oleh karena itu, seharusnyalah ia menjadi pedoman hidup manusia (Q.S. Al-Jaatsiyah:20).

Sahabatku,
Kita beruntung saat ini masih dapat menyimak wahyu2 اَللّهُ dg mudah kita. Mudah kita baca dan mudah kita pelajari. Tidak seperti Nabi kita saat menerimanya dulu (Q.S. Al-An'am:19), begitu berat dan sangat melelahkannya. Kita berbahagia karna wahyu2 itu dipelihara kemurniannya oleh اَللّهُ swt (Q.S. Al-Hijr:9) sehingga hanya manusia yg tidak beriman pada Allah-lah yg menolaknya. Dan hanya manusia bodohlah yg masih ragu menerimanya (Q.S. As-sajdah:23), manusia yg tidak mau diuntunglah yg membiarkan hidupnya tanpa tuntunan ilahi Rabbi (Q.S. Al-Baqarah:2).

Shahabatku teman seperjuangan,
Kita semua berbahagia dipersatukan dalam keluarga besar madani. Keluarga yg mengusung keimanan, sehingga kita bersatu dlm naungan al-Islam. Artinya, kita menjadi keluarga besar para nabi. Ya, اَللّهُ menyebut mereka yg mengikuti ajaran para rasul-NYA dlm kata MUSLIM (Q.S. Al-Hajj:78). ISLAM-lah yg diridoi-NYA (Q.S. Ali-Imran:19 dan 85).

Sahabatku para mujahid,
Kita bahagia dg Islam yg kita pilih serta yg paling membahagiakan adalah kita dipilih اَللّهُ untuk mudah menerima al-Islam yg sempurna ini (Q.S. Ali-Imran:20). Dengan cara seperti inilah, اَللّهُ menghendaki manusia masuk ke surga-NYA asalkan kita memilih al-Islam. Sungguh, kita pasti masuk ke surga-NYA kelak karna pilihan kita sesuai dg yg diturunkan اَللّهُ swt.

ربنااننا سمعنامنادي ل الايمان ان امنو بربكم فامنا

Semoga iman ini tetap terpatri bagi kita semua.

Mudah2an, paparan yg sederhana ini (taushiyah) menambah keyakinan kita akan benarnya pilihan kita terhadap ajaran yg berasal dari اَللّهُ, PEMILIK JAGAT raya ini.

Sekian, mohon maaf atas kesalahan. Semoga اَللّهُ ridoi kita semua. Amiin.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Catatan:
Mohon maaf tdk semua ayat ditulis ayat maupun artinya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Senin, 16 November 2009

MENELADANI AKHLAK RASULULLOH SAW.


Muhammad s.a.w. adalah sosok mengagumkan, bukan hanya diakui oleh pengikutnya sendiri, bahkan orang-orang non muslimpun mengakui pengaruhnya di urutan pertama diantara tokoh dunia sepanjang masa. Dia adalah pribadi yang paripurna baik secara pribadi namun juga sebagai pemimpin keluarga, ummat, sampai kepada panglima perang dan negarawan yang sangat memukau.

Kepribadian yang sempurna yang dimiliki Nabi Muhammad s.a.w. sempat menjadi pertanyaan sahabatnya dengan jawaban singkat dari Aisyah r.a. bahwa “Akhlak Nabi adalah akhlak Al-Quran” (kaanakhuluhul quran). Artinya, keseluruhan sepak terjang Nabi s.a.w. dalam kehidupannya bersumber dan cermin dari Al-Quranul Karim. Beliau tidak pernah bertindak berdasarkan hawa nafsunya (wamaa yanthiqu ‘anil hawa inhuwa illaa wahyuyyuuhaa…).

Muhammad s.a.w. adalah pribadi yang menawan, menentramkan, menakjubkan, cerdas, jujur, penyayang, sabar, rendah hati, pemberani, tegas, sopan, qona’ah, tawakkal, pendamai, toleran, adil, bijaksana, disiplin, tegar, berwibawa, sederhana, pemaaf, rela berkorban, ikhlas, lebih mementingkan orang lain dan kemulian-kemuliaan pribadi yang sulit diungkap dengan lisan kita. Kini, ummat Islam haus dengan contoh seperti itu. Sekali lagi, ummat Muhammad s.a.w. sendiri merasakan kesulitan untuk bisa menemukan akhlak yang tinggi seperti itu. Padahal di tangannya, untuknya, kepada ummatnya Al-Quran diberikan untuk menjadi pedoman hidup dan kehidupannya. Bahkan Al-Quran diperuntukan bagi segenap manusia sebagaimana firman Alloh dalam Al-Quran.Surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya: “… Aku turunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”

Dengan demikian, selayang pandang dapat kita katakan bahwa jika ada pendapat yang menyebutkan bahwa kita akan sulit meneladani Nabi Muhammad s.a.w. itu artinya kita tidak banyak bergaul dengan Al-Quran. Fikiran dan perasaan kita tidak dihiasi dengan kalimat-kalimat Alloh swt yang tertera dalam Al-Quranul Karim. Pijakan kita tidak lagi banyak dipengaruhi oleh Al-Quran, walaupun kita tetap yakin bahwa Al-Quran adalah wahyu Alloh yang tidak diragukan kebenrannya. Al-Quran sekedar diyakini namun tidak dijadikan rujukan dalam bersikap, berfikir dan bertindak. Seolah kita telah mampu merawat alam dan lingkungan sosial dengan cara kita sendiri sehingga hawa nafsu kita lebih unggul dibanding dengan Al-Quran. Rasululloh saw bersabda: “Tiadalah kamu beriman sehingga perilaku hawa nafsumu sesuai dengan tuntunan ajaran yang aku bawa” (HR. Ath-Thabrani). Allah SWT berfirman yang artinya; Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (Al-An-am : 50).

Sosok Nabi saw. adalah sosok yang total bersikap dan berbuat berdasarkan wahyu Alloh swt. Seperti halnya firman Alloh pada Q.S. Yunus ayat 15 sebagai berikut yang artinya: dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan Pertemuan dengan Kami berkata: "Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia". Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".

Keberserahan Nabi Muhammad kepada wahyu disebabkan keyakinannya kepada kebenaran dan bimbingan, petunjuk dan solusi kehidupan bagi ummat manusia. Nabi menyadarinya bahwa sebelum datang Al-Quran kepadanya, ia adalah orang biasa yang tidak memahami dan apalagi menemukan jalan keluar bagi perbaikan dan peningkatan peradaban manusia. Nabi tidak tahu banyak tentang alam, lingkungan, tumbuhan, hujan, kenikmatan, kisah para nabi yang sempurna, ilmu tentang janin dan permulaan penciptaan manusia, ilmu tentang permulaan terbentuknya alam raya ini, akhlak dan pola hidup bermasyarakat, tata cara jual beli, berpemerintahan, bernegara, berkeluarga, kematian, hidup setelah mati dan sebagainya. Semua ilmu itu Nabi saw peroleh dari wahyu yang secara sempurna kini tercakup dalam Al-Quranul Karim. Alloh menyatakan dalam Q.S. Yusuf ayat 3 yang artinya: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Oleh karena itu, pribadi Nabi saw adalah pengejawantahan dari Al-Quran. Itulah pernyataan Asiyah r.a. ketika ditanya tentang akhlak dan pribadi Nabi Muhammad saw., dia menjawab, "Akhlaknya adalah Al Qur'an." (HR. Abu Dawud dan Muslim). Nabi saw begitu bangga dengan Al-Quran karena baginya ia adalah laksana surat cinta pemusnah rindu kepada Alloh saw. Sehingga beliau saw. Bersabda, “Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur'an.” (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi).

Ramadhan datang kepada kita dengan segala tawaran untuk kemuliaan manusia yang semestinya. Bahkan shaum yang dilaksanakan oleh kaum musliminpun semata-mata untuk mambantu manusia menjadi makhluk yang bersanding di sisi Alloh swt kelak di akhirat (Q.S. Al-Hujuraat : 13) , karena dengan shaum kita bisa meraih ketakwaan (Q.S. Al-Baqarah : 183). Dan ketakwaan hanya akan diperoleh melalui pengkajian dan pengamalan Al-Quranul Karim (Q.S. Al-Baqarah : 2). Oleh karena itu, muslim yang dalam benaknya tidak bersisa ayat-ayat suci Al-Quran merupakan muslim yang berjalan dengan menggunakan dirinya saja yang seolah sangat mengerti tentang alam raya dan kehidupan segala makhluk. Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda bahwa “Orang yang dalam benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur'an ibarat rumah yang bobrok” (Mashabih Assunnah). Akhirnya, mudah-mudahan Alloh swt membuat kita istiqomah dalam menjalankan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Amiin.

KELUARGA TELADAN SEPANJANG MASA

Maha Besar Allah, Dzat Yang tiada henti mencurahkan nikmat tanpa perhitungan kepada segenap makhluk. Dzat Yang kepada-Nya akan kembali seluruh makhluk. Sehingga tak layak bagi seorang takabur dalam bentuk kemalasan menghambakan diri secara utuh, total di sepanjang hayat KAANA HAYAATUNAA KULLUHAA ‘IBADAH. Pada saat yang berbahagia ini, wajib kiranya kita panjatkan syukur atas semua yang telah Allah SWT berikan kepada kita selama ini. Suka duka dan pahit manisnya kehidupan tidak lebih sekedar ujian dari-Nya yang bertujuan untuk melihat siapa diantara kita yang paling baik amalnya LIYABLUAKUM AYYUKUM AHSANU ‘AMALA. Barangkali kita pernah letih atas berbagai kesulitan hidup yang kian hari kian menguras tenaga dan fikiran yang mungkin pula sedikit demi sedikit mempengaruhi, mengurangi atau bahkan na’uudzubillah dapat merusak iman.

Di saat kehidupan berbangsa dan bernegara yang bergolak diiringi dengan beragam persoalan yang tidak kunjung padam kita khawatirkan satu hal yang justru bakal mengusik keberagamaan kita. Kita khawatir akan perubahan sosial yang tidak terkendali yang eksesnya terasa dalam kehidupan keluarga bahkan kehidupan individu. Bahkan kerusakan dan bencana alam yang akhir-akhir ini menimpa beberapa saudara-saudara kita baik meletusnya gunung, bencana alam banjir dan terjadi longsor semua itu menambah rumit persoalan yang kita hadapi. Akankah semua ini dapat dilalui dengan selamat dengan mendulang berkah Allah SWT. Kita khawatir kesulitan-kesulitan itu tidak mempengaruhi nilai penghambaan kita dihadapan Allah SWT, kita khawatir iman tak beranjak naik, bahkan kita khawatir mendapat dosa dari kesulitan-kesulitan itu. Do’apun kita layangkan keharibaan Allah, Dzat yang selama ini selalu kita anggap sebagai sumber penyelesaian masalah, Dzat yang selama ini kita anggap sebagai penolong segala persoalan, Dzat yang selama ini kita agungkan melalui ibadah ritual, namun kesulitan tidak pula berakhir, ketenangan yang hakiki begitu sukar dimiliki.

Melalui Hari Raya ‘Iedil Adha setiap tahun kita diingatkan akan sosok Ibrahim a.s. beserta keluarganya. Ujian hidup yang dialaminya, boleh jadi lebih berat jika dibandingkan dengan yang kita rasa selama ini. Hidupnya senantiasa dihiasi dengan persoalan-persoalan yang pedih, letih, mencemaskan dan bahkan membahayakan jiwa raganya. Dialah, Nabi yang menentang ayahnya si pembuat berhala. Dialah, Nabi yang dibakar hidup-hidup oleh kaumnya. Seorang yang bercita-cita memiliki anak yang menjadi penerus perjuangannya. Nabi yang dengan sabar terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam do’a-do’anya. Nabi yang dengan “tega” menyembelih anaknya sendiri. Nabi yang benar-benar berserah diri kehadirat Rabbul ‘izzati. WAIDZIBTALAA IBRAAHIIMA RABBUHUU BIKALIMATIN FA-ATAMNAHUNNA

“Dan ingatlah ! Ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). LALU IBRAHIM MENUNAIKANNYA” (Q.S. Al-Baqarah : 2).

Ibrahim adalah seorang yang teguh dalam menegakkan kebenaran al-hanif dan memperjuangkannya dengan cara yang benar pula. Ibrahim tidak mencampuradukkan perjuangannya dengan kemusyrikan, kebatilan dan kesalahan –kesalahan lainnya yang merugikan bahkan dapat mencelakakan fihak lain walaa talbisul haqqa bil baathil. Dia kendalikan hawa nafsu, egoitas, kepicikan, kelicikan dan kemunafikan dalam dirinya karena dia sadar bahwa segala apa yang ada di dunia adalah milik Allah. Apapun kesulitan hidup yang dialaminya dikemasnya sebagai kenikmatan dan kasih sayang dariNya. Rasulullah SAW bersabda tidak semata-mata Allah memberikan musibah kepada seorang hamba, kecuali Allah akan memberikan derajat yang tinggi kepada hambanya itu atau Allah akan mengampuni dosa-dosanya”.

Tauhid menjadi visi dan misi Ibrahim a.s. dalam hidupnya. Keyakinan akan eksistensi Dzat Tuhan begitu melekat dalam jiwanya. Sejak remaja hingga tua renta, tauhid inilah yang menjadi penawar rindu, penyelamat jiwa dan raga serta pembuat ketegaran bersikap dan beraktivitas dalam masyarakatnya. Tauhid pulalah yang menjadi didikkan utama dalam keluarganya. Laa tusyrik billaah. Ibrahim a.s. ialah seorang ayah yang menyinari keluarganya dengan nilai-nilai uluhiyah, nilai yang mengajak serta seorang untuk secara total berserah diri kepada Penguasa, Pemilik dan Pemelihara Segala makhluk, Allah swt. Kepasrahan akan qudrat dan iradat Allah swt terpancar dari istri dan anaknya. Betapa peristiwa Qurban adalah bukti ketawakkalan mereka. Peristiwa yang sangat terkenal yang menyebabkan kita saat ini berkumpul dan beramal. Seperti yang tercantum dalam Al-Quran Surat Ash-shaffat ayat 102 – 107.

“Maka tatkala anak itu baligh berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata; Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab, Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu, InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar. Dan kami panggil dia, Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu benar yang wajib dilaksanakan, sesungguhnya demikian kami memberikan balasan kepada orang yan g berbuat baik. Sungguh ini benar-benar ujian yang nyata; dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”.

Itulah Ibrahim a.s. yang senantiasa lurus dalam niat untuk lillaahi ta’ala, dapatkah menjadi inspirasi di kehidupan kita. Kehidupan yang tengah galau dalam menentukan langkah dan prioritas. Tauhidullah setiap saat terbelenggu oleh hawa nafsu dan keserakahan. Daya pasrah tawakkal ‘alallah kian menjauh dari sikap hidup. Sabar dan syukur menjadi dua aspek ajaran sebatas kata tanpa menyentuh keberadaan dan kekuasaan Allah swt. Do’a yang dipanjatkan hanya bagian dari cara menempuh keinginan pribadi dan bukan media lebih mendekatnya dia kepadaNya... Kebahagiaan selalu dicari sementara ketenangan hidup menjadi dambaannya namun sumber-sumber kebahagiaan dan ketenangan tidak pernah dikunjungi dan ditekuni. Kecemasan, kekecewaan dan kekalutan fikiran dan perasaan hinggap silih berganti karena iman dibiarkan kering dalam jiwa. Man aamana billaahi walam yalbisu iimaanahum bizhulmin faulaaikahumul amnu “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan tidak mencampur adukkan keimanannya dengan kezhaliman pada dirinya maka merekalah orang-orang yang mendapatkan keteangan” Sehingga wajar jika kemudian Allah swt bertanya kepada kita : FAINA TADZHABUUN “kemana kalian akan pergi padahal semua kita akan kembali kepada-Nya WAILAHI TURJA’UUN. Padahal kita telah diberinya nikmat yang sangat banyak INNAA A’THAINAA KAL KAUTSAR. Yang tidak pernah dapat dihitung wain ta’udduu ni’kmatallaahi laa tuhshuuhaa. Kita lebih mengkhawatirkan hidup miskin di dunia dan seringkali lupa kekayaan apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan kekal di sana. Kita sering merasa apa yang ada pada kita adalah milik kita … Kita kadang lengah untuk memanfaatkan seluruh amanatnya dengan benar sesuai dengan kehendak Sang Pemberi, Allah SWT Lupa untuk gemar membersihkannya serta rakus untuk menambah jumlahnya dengan berbagai cara, padahal semuanya akan diperiksa di pengadilan akhirat, pengadilan yang akurat dan adil.

Melalui shalat dan berkurban itulah bukti nyata implementasi ungkapan syukur kita kepadaNya. Fashalli lirabbika wanhar. Shalat yang ditegakkan yang berbekas selama selama 24 jam. Shalat yang mampu merasakan hadirnya diri kita menghadap Allah SWT Ash-shalaatu mi’rajul mukminin. Sedangkan berkurban adalah manifestasi dari kesejajaran kita dengan hamba Allah lainnya diiringi rasa cinta kepadaNya. Mereka yang berkurban adalah mereka yang telah mampu mengendalikan kepentingannya untuk meraih nilai takwa. “Daging kurban dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, akan tetapi ketakwaan daripada kalianlah ayng akan sampai kepadaNya.” (Q.S. Al-Haj : 37). Berkurban melalui harta benda baik berupa zakat, infak, dan shadaqah merupakan hal yang menjadikan harta kita bersih dan membuat kita kaya di akhirat kelak.

Di sisa hidup kita yang sangat singkat ini, hendaklah kita mulai mengevaluasi diri dan posisi kita masing-masing. Jangan sampai terjadi krisis bahkan musibah di dalam ibadah rumah tangga kita, yakni tidak diraihnya khusnul khatimah.

Biarkan ayah menjadi pemimpin rumah tangga sesuai dengan tuntunan Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Ayah yang seperti Ibrahim a.s. yang senantiasa mengedepankan dan mengembangkan nilai tauhid dalam kepemimpinannya. Ayah yang bijak yang menghidupkan komunikasi dalam keluarganya.

Biarkan pula ibu menjadi pengelola dan penjaga tumah tangga suaminya. Ibu yang sanggup menjaga kehormatan suaminya. Ibu yang menjadi tempat kembali bagi suami dan anak-anaknya. Ibu yang serta merta menghardik syaitan untuk mendukung ibadah keluarganya. Ibu yang tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ibu yang senantiasa berharap ridha suaminya.

Sementara anak tampil sebagai generasi rabbani. Generasi yang menyejukkan mata dan menentramkan hati. Generasi yang mengikuti perintah Allah melalui ayah dan ibunya dengan kesabarannya. Generasi yang dapat meningkatkan iman bagi orang tuanya. Generasi yang sanggup mengantarkan kedua orang tuanya dengan do’a di sepanjang hayatnya. Inilah keluarga idaman yang sanggup melahirkan ungkapan BAITII JANNATII.

Dengan reposisi seperti ini krisis identitas dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan berkeluarga akan segala teratasi segala persoalan hidup, karena semuanya bermuara kepada TAUHIDULLAH. Bahwa semua telah diatur olehNya. Bahwa Allah mempunyai rencana untuk mengembalikan derajat kemuliaan manusia dengan berbagai cara sehingga kita memperoleh tempat disisiNya kelak.

Allaahumma Ya Allah, saat ini kami berkumpul dengan KekuasaanMu untuk bermohon ampun dari segala dosa maksiat kami. Ya Allah, ampunilah dosa kami dan ampuni pula dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami masih kecil. Ya Rabbi, Berikanlah rahmat dan maghfirahMu kepada para guru kami, kepada para pemimpin kami dan kepada kaum muslimin baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.

Ya Allah Ya Rabbana,

Inilah kami, hambaMu yang berharap limpahan rahmat dan karuniaMu, walau Engkaupun Mengetahui akan perbuatan ingkar kami kepadaMu.

Inilah kami yang tidak akan pernah malu bermunajat kepadaMu untuk senantiasa melindungi kami. Bimbing dan pimpin jalan hidup kami dengan petunjuk dariMu. Berikan kekuatan kepada kami untuk menegakkan al-Quran dan Sunnah RasulMu di

sepanjang hayat kami.

Allahumma Ya Allah,

Saat ini diantara saudara-saudara kami dipanggil olehMu ke Baitullah sehingga dapat menunaikan diantara perintahMu. Selamatkanlah perjalanan mereka, Ya Allah. Mudahkanlah urusan mereka, Ya Allah. Jadikanlah mereka sebagai hajjan mabruurun yang balasannya hanya SyurgaMu, Ya Allah Ya Arhamarraahimiin. Sayangi mereka, berkahi mereka, cukupkan mereka, lindungi mereka YAA ALLAH.

Allahumma Ya Allah,

Selamatkanlah bangsa kami dari adzabMu. Mudahkanlah para pemimpin kami untuk memperoleh jalan keluar dari krisis yang tengah kami alami. Bukalah hati dan fikiran para pemimpin kami untuk mudah menerima hidayah dariMu. Bimbing mereka, Ya Allah…