BUAH PIKIR
Mencoba untuk mengikuti jalan pikiran orang lain tidak berarti PASTI pikiran kita akan sama.
Mencoba untuk menelisik latar belakang buah pikiran akan melahirkan kolaborasi dg pikiran kita. Lalu dengan cermat, buah pikir org lain itu dipertajam oleh kita di jalurnya.
Adalah penting bagi kita untuk bersabar memberikan curah pikir yg searah dg maksud dan tujuan buah pikir yg disampaikan org lain. Dg cara spt itu, sebenarnya kita sdg memiliki dua pengetahuan dari sesuatu hal, yakni pengetahuan yg sudah kita miliki dan pengetahuan dari buah pikir org lain.
Perenungan dan kompromi dari kedua pengetahuan itu akan membuat kita makin kokoh dan lengkap.
Mengkritisi buah pikir dari sudut yg searah akan menambah makin berkualitasnya buah pikir itu. Makin dikritisi maka makin mantaplah ia dg kebersamaan yg kian padu dan menyatu. Sedangkan mengkritisi dari sudut yg berbeda bukanlah sesuatu yg buruk, bahkan boleh jadi akan menjadi alternatif dan membuka wawasan kita. Namun yg sering dilupakan adalah kebersamaan tdk pernah terjadi karna memang sudut pandangnya telah berbeda. Latar belakang dan hal2 yg ditemukan dlm perjalananpun akan berbeda sehingga acapkali hanya membuahkan WACANA belaka tanpa kesepakatan dan hidup tetap ter-pisah2 (waqulubuhum syatta; ngahiji tp misah, sepi dlm keramaian, meriung dlm kesendirian).
Dgn mencermati buah pikir org lain maka kita boleh menemukan buah pikir (simpulan) kita atas apa yg dibicarakan (dibahas), dgn atau tanpa kesamaan dg buah pikir siapapun. Dan jikapun sama, maka sesungguhnya kita memiliki argumen2 sendiri dari buah pikir yg kita miliki. Jd, kita tdk kehilangan diri sendiri.
Sekian.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar