SOMBONG DAN TAWADHUK
1. Habib bin Ali Tsabit dari Yahya bin Ju'lah berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak akan masuk syurga siapa yang di dalam hatinya ada seberat zarrah dari kesombongan. Seorang bertanya: "Ya Rasulullah, saya senang jika pakaianku bersih, juga kasut dan tali pecutku, apakah itu termasuk sombong?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Sesungguhnya Allah s.w.t. itu indah dan suka kepada keindahan dan suka bila memberi nikmat kepada hambaNya supaya tampak bekas nikmat itu pada hambaNya dan Allah s.w.t. membenci kemelaratan dan berlagak melarat tetapi sombong itu ialah mengabaikan hak kebenaran dan menghina orang."
2. Abul Laits meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: " Tiga macam orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah s.w.t. pada hari kiamat dan tidak dilihat dan mereka tetap mendapat siksa yang pedih yaitu: Orang tua yang berzina, Raja/ pemimpin yang berdusta dan Orang miskin yang sombong.
3. Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Telah diperintahkan kepadaku tiga macam orang yang pertama masuk syurga dan tiga macam orang yang pertama masuk neraka. Adapun tiga macam orang yang pertama masuk syurga yaitu: Orang yang mati syahid, Hamba sahaya yang disamping kesibukannya di dunia tidak meninggalkan taat kepada Allah s.w.t. dan dan orang fakir yang banyak anak keluarga dan tawadhuk (rendah hati)
4. Adapun tiga macam orang yang pertama masuk neraka, maka yaitu: Raja/ pemimpin yang kejam, Orang kaya yang tidak mengeluarkan zakat dan Orang miskin yang sombong
5. Rasulullah s.a.w. juga bersabda: "Sesungguhnya Allah s.w.t. membenci tiga macam orang tetapi benciNya kepada tiga orang dari mereka lebih berat yaitu: Membenci orang fasiq tetapi lebih benci kepada orang tua yang fasiq, Orang yang kikir (kedekut) tetapi lebih benci terhadap orang kaya yang kikir dan Membenci orang yang sombong tetapi lebih benci kepada orang miskin yang sombong
Dan Allah s.w.t. cinta kepada tiga macam orang dan kepada yang tiga dari mereka lebih cinta yaitu: Allah s.w.t. kasih kepada orang yang bertaqwa dan kepada pemuda yang taqwa lebih kasih, Allah s.w.t. kasih kepada orang miskin yang loman lebih cinta dan Allah s.w.t. kasih kepada orang yang tawadhuk (merendahkan diri) dan kepada orang kaya yang tawadhuk lebih kasih
6. Alhasan berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Siapa yang dapat menjahit kasutnya dan menampak bajunya dan sujud wajahnya di tanah karena Allah s.w.t., maka telah bebas dari sombong."
7. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Siapa yang dapat memakai baju bulu (shuf) dan memakai kasut yang dibetulkan dan mengenderai himar dan memerahkan kambingnya dan makan bersama anak keluarganya dan duduk bersama orang miskin, maka Allah s.w.t. telah menghapuskan dari jiwanya sifat sombong."
8. Nabi Musa a.s. ketika bermunajat kepada Allah s.w.t. berkata: "Siapakah makhluk yang sangat Engkau benci? Jawab Allah s.w.t.: "Ya Musa, siapa yang sombong hatinya dan kasar lidahnya dan lemah keyakinannya dan bakhil tangannya."
9. Ibn Umar r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jika kamu melihat orang-orang tawadhuk, maka merendahlah kamu kepada mereka dan jika kamu melihat orang-orang yang sombong maka sombongilah mereka, sebab yang demikian itu bagi mereka sebagai penghinaan dan untuk kamu sebagai sedekah."
10. Abuhurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak seorang itu tadawdhuk karena Allah s.w.t. melainkan Allah s.w.t. memuliakan deraja/ pemimpintnya."
11. Umar r.a. berkata: "Pokok tawadhuk itu suka memberi salam kepada siapa saja yang kamu temukan dari kaum muslimin dan rela duduk dimasa saja dalam majlis dan tidak suka disebut-sebut amal kebaikan dan taqwanya."
12. Abul Laits berkata: "Ketahuilah bahawa sombong itu sifat orang-orang kafir dan fira'un, sedang tawadhuk itu sifat para Nabi dan orang-orang solihin, sebab Allah s.w.t. menyebut sifat orang-orang kafir dengan sombong didalam ayat (Yang berbunyi): "Innahum kaanu idza qila lahum laa ilaha illAllah yastakbiruun." (Yang bermaksud): "Sesungguhnya mereka jika diajak kembali kepada kalimah 'La ilaha illAllah', mereka sombong." (Surah Ashshaafaat ayat 35)
13. Allah s.w.t. juga berfirman didalam ayat (Yang berbunyi):
crã»s%ur cöqtãöÏùur Æ»yJ»ydur ( ôs)s9ur Nèduä!%y` 4ÓyqB ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ (#rçy9ò6tFó$$sù Îû ÇÚöF{$# $tBur (#qçR%x. úüÉ)Î7»y
dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. akan tetapi mereka Berlaku sombong di (muka) bumi, dan Tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). (Q.S. Al-ankaabut : 39)
tA$s%ur ãNà6/u þÎTqãã÷$# ó=ÉftGór& ö/ä3s9 4 ¨bÎ) úïÏ%©!$# tbrçÉ9õ3tGó¡o ô`tã ÎAy$t6Ïã tbqè=äzôuy tL©èygy_ úïÌÅz#y
dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina". (Q.S. Al-Mukmin : 60)
@Ï% (#þqè=äz÷$# z>ºuqö/r& zO¨Yygy_ tûïÏ$Î#»yz $ygÏù ( }§ø©Î7sù uq÷WtB úïÎÉi9x6tGßJø9$#
dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. (Q.S. Azzumar : 72)
14. Selain itu Allah s.w.t. telah memuji hamba-hambaNya yang taqwa didalam ayat (Yang berbunyi): "Wa ibaadurrahmanil ladzina yamsyuna alal ardhi hauna." (Yang bermaksud): "Dan hamba-ham Allah yang berjalan diatas bumi dengan tawadhuk." (Q.S. Alfurqaan : 63)
15. Juga Allah s.w.t menyuruh Nabi Muhammad s.a.w. bertawadhuk di dalam ayat (yang berbunyi): "Wakhfidhjanaahaka lilmu'minin." (Yang bermaksud): "Rendahkan dirimu kepada orang-orang mukmin." (Yang berbunyi): "Wakh fidh janaahaka limanittaba'aka minal mukminin." (Yang bermaksud): "Dan rendahkan dirimu kepada pengikut-pengikutmu dari kaum mukminin." (Surah Asysyu'araa ayat 215)
16. Dan Allah s.w.t. memuji Nabi Muhammad s.a.w. dengan ayat (Yang berbunyi): "Wa innaka la'ala khuluqin adhiem." (yakni): "Sungguh engkau dalam akhlak dan budi yang luhur."
17. Dan akhlak Nabi Muhammad s.a.w. yang menonjol ialah tawadhuk. Sehingga biasa mengenderai himar dan mendatangi undangan budak dan duduk bersama orang-orang miskin dan orang-orang rendahan. Maka nyata bahawa tawadhuk termasuk dalam akhlak yang sangat mulia dan menjadi nilai dari akhlak orang-orang sholihin, karena itu maka selayaknyalah kita mengikuti jejak orang-orang solihin itu.
18. Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak akan berkurang harta karena sedekah dan tiada seorang yang memaafkan kesalahan orang melainkan ditambah oleh Allah s.w.t. kemuliaannya."
19. Ibn Mas'ud berkata: "Siapa tawadhuk karena khusyu' maka Allah s.w.t. menaikkan deraja/ pemimpintnya pada hari kiamat dan siapa membesarkan diri maka Allah s.w.t. akan merendahkannya pada hari kiamat."
20. Qatadah berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Siapa-siapa yang meninggal dunia sedang ia bebas dari tiga, pasti masuk syurga. Tiga itu ialah: Sombong, Khianat dan Hutang .
21. Abuhurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah s.w.t. berfiman (Yang bermaksud): "Kebesaran itu sarungKu dan kesombongan itu kemulKu, maka siapa akan menyaingi Aku salah satu dari dua itu, Aku buang ia dalam api neraka."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar