Minggu, 03 April 2011

Hadits-3

Hadits Nabi saw dan tutur kata Ulama:

51. Riwayat al Mughiroh RA, sabda Rasulullah SAW: Allah membencimu jika Qil & Qal (berbicara omong kosong seperti berdusta, mengumpat dsb), banyak bertanya dalam masalah agama dan jika menghambur-hambukan kekayaan (HR. Bukhari).

52. Di dalam Sunan Abu Dawud terdapat riwayat dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketika aku dimi'rajkan aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata: 'Siapakah mereka itu wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging manusia serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain'." (Hadits ini Shahih) (Nashihati lin Nisaa', hal. 26-27)

53. Dari Tsauban bin Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda,

"Thuba bagi siapa saja yang menjaga lisannya, menetapi rumahnya dan menangisi dosa-dosanya." [HR. ath-Thabrani]

Thuba artinya kebahagiaan dan kesenangan tiada tara. Ada juga yang mengartikannya dengan surga atau sejenis pohon di surga.

54. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." Ada seseorang yang bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain." (HR. Muslim no. 91)

55. Rasulullah Shallalahu'alaihi Wasallam bersabda:

"Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau kuberitahu tentang salah satu tabungan surgawi? Abdullah bin Qais menjawab: 'Tentu, wahai Rasulullah'. Ia bersabda: 'Ucapkanlah laa haula wa laa quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tidak ada kekuatan kecuali atas izin Allah Ta'ala)'".
(HR. Bukhari no.4205, Muslim no.7037)

56. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya iman dapat menjadi usang dalam rongga (hati) kalian, sebagaimana baju dapat menjadi usang, maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbaharui keimanan dalam hati kalian". (HR Hakim, terdapat juga dalam as-silsilah as-Shahihah karya al-Albani no 1585)

57. Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya,

"Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya." (HR. Ahmad, Abu Ya'la, Ibnu Majah, Ath Thabraniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

58. Sabda Rasulullah SAW: "Ada 3 golongan manusia yg. akan menjadi musuh Allah pada hari Kiamat, yaitu: (1) Orang yg. bersumpah atas nama Allah tetapi kemudian menghianatiNya. (2) Yang menjual manusia merdeka (bebas) dan kemudian memakan hasil penjualan tsb. (3) Yang mengerjakan orang tetapi tidak membayar upahnya (Hadits Riwayat Bukhari).

59. Menjadi Musafir Di Dunia

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, "Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir." Ibnu Umar berkata: "Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati." (HR. Bukhari)

Bekerjalah, Jangan Menjadi Beban Kaum Muslimin

Muhammad bin Tsaur menceritakan, suatu ketika Sufyan Ats Tsauri melewati kami yang sedang berbincang di masjidil haram. Ia bertanya: 'Kalian sedang membicarakan apa?'. Kami berkata: 'Kami sedang berbincang tentang mengapa kita perlu bekerja?'. Beliau berkata: "Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin".

Menjadi Anak Akhirat

'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu memberi petuah kepada kita, "Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal." (HR. Bukhari secara mu'allaq –tanpa sanad-)

60. Dari 'Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: "Hai 'Aisyah, sesungguhnya orang yang terjelek di sisi Allah pada hari Kiamat yaitu orang yang dihindari orang lain karena takut kejelekannya (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

61. Riwayat Abu Hurairah, saat orang datang menagih utang pada Rasulullah SAW dengan kasar sehingga para sahabat marah, maka Rasulullah SAW bersabda: "Biarkanlah karena yang berpiutang punya hak bicara" (Hadits Riwayat Bukhari).

62. Nasihat Bagi Orang Yang Berakal

Imam Ibnu Hibban berpetuah, "Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu; adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sering kali seseorang menyesal di kemudian hari akibat perkataan yang ia ucapkan, sementara diamnya dia tidak akan pernah membawa penyesalan. (Perlu diketahui pula) bahwa menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah daripada mencabut perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Karena biasanya jika seseorang tengah berbicara, maka kata-katanyalah yang akan menguasai dirinya, sebaliknya jika tidak berbicara, maka ia mampu untuk mengontrol kata-katanya." (Raudhah al-'Uqala wa Nuzhah al-Fudhala, halaman 45)


Mutiara Tidak Ternilai Harganya

Imam an-Nawawi menasihatkan, "Ketahuilah, seyogianya setiap muslim berusaha untuk selalu menjaga lisannya dari segala macam bentuk ucapan, kecuali ucapan yang mengandung maslahat. Jikalau dalam suatu ucapan, maslahat untuk mengucapkannya dan maslahat untuk meninggalkannya adalah sebanding, maka yang disunnahkan adalah meninggalkan ucapan tersebut. Sebab perkataan yang diperbolehkan terkadang membawa kepada perkataan yang diharamkan atau yang dimakruhkan. Dan hal itu sering sekali terjadi. Padahal keselamatan (dari hal-hal yang diharamkan atau dimakruhkan) adalah sebuah (mutiara) yang tidak ternilai harganya." (Riyadh ash-Shalihin, halaman 483)

63. Sabda Rasulullah SAW: "Janganlah kamu ingin menjadi PENGUASA, karena jika diberi kekuasaan yg. kamu minta, maka kamu bertanggungjawab untuk memegangnya, namun jika kamu berkuasa tanpa meminta maka Allah akan menolongmu (Hadits Riwayat Bukhari).

64. Sabda Rasulullah SAW: "Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai-sampai aku menyangka bahwa tetangga akan ikut menjadi ahli waris (pewaris), (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim).

65. Memanfaatkan Waktu Untuk Beramal Shalih

Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Jika kamu (berada) di waktu sore maka janganlah tunggu datangnya waktu pagi, dan jika kamu (berada) di waktu pagi maka janganlah tunggu datangnya waktu sore, serta gunakanlah masa sehatmu (dengan memperbanyak amal shalih sebelum datang) masa sakitmu, dan masa hidupmu (sebelum) kematian (menjemputmu)." (Diriwayatkan oleh imam Al Bukhari dalam kitab Shahihul Bukhari, no. 6053).


Meneladani Kisah Orang-Orang Shalih

Imam Ibnul Jauzi dalam kitab beliau "Shifatush Shafwah" (4/122)([1]) menukil ucapan Hamdun bin Ahmad Al Qashshar([2]) ketika beliau ditanya, "Apa sebabnya ucapan para ulama salaf lebih besar manfaatnya dibandingkan ucapan kita?" Beliau menjawab, "Karena mereka berbicara (dengan niat) untuk kemuliaan Islam, keselamatan diri (dari azab Allah Ta'ala), dan mencari ridha Allah Ta'ala, adapun kita berbicara (dengan niat untuk) kemuliaan diri (mencari popularitas), kepentingan dunia (materi), dan mencari keridhaan manusia".

([1]) Ucapan ini juga dinukil oleh Abu nu'aim Al Ashbahani dalam kitab beliau "Hilyatul Auliya'" (10/231) dan Al Baihaqi dalam kitab beliau "Syu'abul iimaan" (no. 1842).

([2]) Beliau adalah Abu Shaleh Hamdun bin Ahmad bin 'Umaarah An Naisaabuuri (wafat 271 H), biografi beliau dalam kitab "Siyaru a'laamin nubala'" (13/50) karya Imam Adz Dzahabi.

Bersahabat Dengan Orang-Orang Shalih

Imam An Nawawi rahimahullah mengatakan, "Hendaklah orang yang bertaubat mengganti temannya dengan teman-teman yang baik, shalih, berilmu, ahli ibadah, wara' dan orang-orang yang meneladani mereka-mereka tadi. Hendaklah ia mengambil manfaat ketika bersahabat dengan mereka."


Menjadi Pengagum Akhirat

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan (kita) sedangkan akhirat telah datang di hadapan (kita), dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka jadilah kamu orang yang mengagumi/mencintai akhirat dan janganlah kamu menjadi orang yang mengagumi dunia, karena sesungguhnya saat ini (waktunya) beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok (di akhirat) adalah (saat) perhitungan dan tidak ada (waktu lagi untuk) beramal." (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az Zuhd (halaman 130) dan dinukil oleh Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab beliau Jaami'ul 'uluumi wal hikam (halaman 461)).

66. Sabda Rasulullah SAW: "Jika kamu melihat jenazah diusung menuju pemakaman dan tidak ikut mengantarkannya, maka ia harus berdiri hingga jenazah lewat meninggalkannya atau berdiri di belakangnya (Hadits Riwayat Bukhari).

67. Sabda Rasulullah SAW: "Jika salah seorang hamba sakit atau sedang bepergian niscaya dicatat baginya (pahala) sebagaimana ia melakukannya (amal baik) di waktu ia muqim atau sedang sehat (Hadits Riwayat Bukhari).

67. Dari Ibnu Abbas RA, sabda Rasulullah SAW: "Siapa yang ingin populer maka Allah tantang dengan kepopuleran-NYA dan siapa yg. beramal karena Riya, maka Allah tantang dengan riya-NYA (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim).

68. Sabda Rasulullah SAW: "Siapapun yg. tidak meminta pertolongan (keuangan) pada orang lain maka kepadanya Allah akan memberinya dan menyelamatkannya untuk tidak meminta pada orang lain. Siapapun yg. merasa puas dengan pemberian Allah maka Allah akan memberinya sehingga ia merasa berkecukupan (Hadits Riwayat Bukhari).

69. Sabda Rasulullah SAW: "Meminta-minta itu HARAM kecuali bagi orang yg. memikul beban berat di luar kemampuannya atau bagi orang yg. tertimpa musibah sampai hartanya habis atau bagi orang yg. miskin yg. dibenarkan oleh 3 orang sampai dapat sekedar menutupi kebutuhan hidupnya (Hadits Riwayat Muslim).

70. Dari Usaid RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh sepeninggalku nanti kalian akan menjumpai PEMIMPIN yg MEMENTINGKAN DIRINYA SENDIRI, maka bershabarlah sampai kalian akan berjumpa denganku di telaga akhirat (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim).

71. Sabda Rasulullah SAW: "Tempuhlah KEJUJURAN karena itu membimbing pada KEBAIKAN. Kebaikan akan membimbing ke Surga. Jauhilah KEDUSTAAN karena itu akan membimbing pada KEJAHATAN dan Kejahatan akan membimbing ke Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim).

72. Asma binti Abu Bakar datang pd Nabi & berkata: Wahai Nabi, aku tdk punya apa2 kcuali uang blanja yg dberikan Zubair kpd ku. Apa aku berdosa jk kusisihkan sdikit uang belanja u/ sidqoh? Sabda Rasulullah SAW: Sisihkanlah sdikit u/ bersidqoh smampumu & janganlah kau meng-ingat2nya agar Allah tdk kikir kpd mu (HR Bukhari & Muslim)).

73. Sabda Rasulullah SAW: Akan datang suatu masa pd manusia dimana orang SHABAR yg berpegang pd agamanya dikalangan mereka bagaikan orang yg memegang bara api (HR Tirmidzi). Menjalankan agama secara haq berdasarkan Qur'an & Hadits pd masa tsb. akan luar biasa berat & sesaknya sehingga terasa panas karena banyaknya godaan namun jk dilepaskan akan terasa padam karena kehilangan pegangan hidup.

74. Sabda Rasulullah SAWl "Setiap hari 2 malaikat turun ke bumi. Malaikat yg. ke-1 berdo'a: Ya Allah gantilah harta orang yg. bersidqoh di jalan MU dengan harta yg lebih banyak lagi. Malaikat yg. ke-2 berdo'a: Ya Allah binasakanlah harta orang yg menahan hartanya untuk tidak bersidqoh (Hadits Riwayat. Bukhari).

75. Sabda Rasulullah SAW: Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pd besarnya ujian & ssungguhnya jk Allah mencintai suatu kaum, pasti Dia akan menguji mereka. Maka barang siapa yg ridlo atas hal itu niscaya bg mereka adalah keridloanNya & barang siapa yg membencinya niscaya bg mereka adalah kemurkaanNya (HR. Tirmidzi)

76. Kata Ibnu Abbas RA, Rasulullah telah bersabda: "Orang yang meminta kembali pemberiannya itu adalah seperti anjing yang menjilat muntahnya" (Hadits Riwayat Bukhari).

77. Dari Abu Salamah, Rasulullah SAW telah bersabda: Tidak ada penyakit menular tanpa seizin Allah, tidak ada tabu pd bulan Shafar dan tidak ada mayat yg. menjadi hantu (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim).

78. Orang Yang Ususnya Terburai

Usamah bin Zaid radhiyallahu'anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kelak pada hari kiamat didatangkan seorang lelaki lalu dilemparkan ke dalam neraka. Maka usus perutnya pun terburai lalu dia pun berputar-putar dengannya sebagaimana halnya seekor keledai yang mengelilingi alat penggiling. Maka para penduduk neraka pun berkumpul mengerumuninya. Mereka mengatakan, 'Wahai fulan, apa yang terjadi padamu. Bukankah dulu kamu memerintahkan yang ma'ruf dan melarang yang munkar?'. Dia menjawab, 'Benar. Aku dulu memang memerintahkan yang ma'ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya. Dan aku juga melarang dari yang munkar namun aku sendiri justru melakukannya.'." (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/235] cetakan Dar Ibnu al-Haitsam tahun 2003)

Tinggalkan Perkara Yang Meragukanmu

Rasul yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tinggalkan perkara yang meragukanmu menuju kepada perkara yang tidak meragukanmu. Karena kejujuran itu adalah ketenangan di hati sedangkan kedustaan itu adalah keraguan."

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh para imam ahli hadits, termasuk di antaranya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitabnya Ash-Shahihul Musnad Mimma Laysa fish-Shahihain (1/222-224).

Pemanggul Gandum Di Malam Hari

Sepanjang malam, Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib menyusuri gelapnya malam dengan membawa gandum yang ia bagi-bagikan kepada seratus keluarga penduduk Madinah yang miskin. Mereka semua tidak pernah tahu siapa yang memberikan gandum itu di depan rumahnya. Ketika Ali bin Husain meninggal dunia; mereka baru tahu bahwa Ali adalah lelaki misterius yang selama ini mereka cari. Buktinya, ada tanda hitam yang ada di pundaknya. Keikhlasan itu selalu mengalirkan kekaguman yang tak berkesudahan. Subhanalllah.

79. Sabda Rasulullah SAW: "Laki-laki dilarang melihat aurat laki-laki lainnya dan perempuan dilarang melihat aurat perempuan lainnya (Hadits Riwayat Ahmad, Muslim & Tirmidzi).

80. Kisah Umar bin Abdul Aziz & Madu


Fatimah binti Abdul Malik berkata:

"Suatu kali Umar sangat berselera kepada madu tetapi kami tidak memilikinya. Maka kamipun menugaskan pelayan pos dengan mengendarai tunggangannya ke Baklabak untuk membeli madu dengan membekalinya uang satu dinar, dan dia pun mendapatkannya. Kemudian aku berkata kepada Umar:

"Engkau menyebut-nyebut madu, aku memilikinya, apakah engkau mau?"

Kamipun memberinya madu dan ia meminumnya seraya bertanya:

"Darimana kalian mendapatkan madu ini?"

"Kami menyuruh seorang pelayan pos pergi ke Baklabak dengan uang satu dinar menggunakan tunggangannya dan dia membelinya dari sana." Umar memanggil pelayan itu dan berkata:

"Bawa madu ini ke pasar dan jual, lalu kembalikan harga pokoknya kepada kami, selebihnya gunakan untuk membiayai hewan tunggangan yang dipakai. Seandainya muntahan madu dapat dimanfaatkan oleh kaum muslimin niscaya aku akan memuntahkannya."

[Al-Wara oleh al-Marwazi halaman 92 danan Al-Wara oleh Ibnu Abi ad-Dunya halaman 147 no.169 cetakan Daar Ibnu Hazm.]


Menjaga Diri Dari Perkara Syubhat

Dari An-Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Siapa yang berhati-hati/ menjaga dirinya dari syubhat (perkara yang samar) maka sungguh ia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang jatuh ke dalam syubhat berarti ia jatuh dalam keharaman". (Shahih, HR. Al-Bukhari no.52, 2051 dan Muslim no.1599)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar